Lima kekuatan utama membentuk ulang industri layanan keuangan pada 2026, dari generative AI dan embedded finance hingga regulasi, pengalaman digital, dan transformasi talenta.
Industri layanan keuangan global, mencakup perbankan, asuransi, manajemen kekayaan, serta capital markets dan asset management, memasuki fase transformasi yang struktural. Tekanan ekonomi, regulasi baru, dan akselerasi teknologi kini saling beririsan. Bagi para eksekutif, pertanyaannya bukan lagi apakah transformasi diperlukan, melainkan seberapa cepat dan seberapa disiplin transformasi tersebut dapat dieksekusi.
Berdasarkan riset industri yang dilakukan oleh OpenText dan pandangan para analis global, terdapat lima kekuatan utama yang akan membentuk arah layanan keuangan sepanjang 2026.
Lima Kekuatan Utama yang Mengubah Industri Keuangan
- Generative AI dan Otomasi
AI bergerak dari fase eksperimental menuju implementasi skala penuh. Teknologi ini mengubah layanan pelanggan, operasi internal, hingga manajemen risiko. Namun, keberhasilan AI sangat bergantung pada fondasi data yang kuat, tata kelola yang matang, serta penerapan yang bertanggung jawab. Tanpa itu, AI justru berpotensi memperbesar risiko operasional dan kepatuhan. - Layanan Digital Untuk Mendukung Pengalaman Pelanggan
Dengan 77% rumah tangga di Amerika Serikat menggunakan aplikasi perbankan setiap bulan, ekspektasi terhadap layanan digital meningkat tajam. Nasabah menginginkan pengalaman yang mulus, proaktif, dan sangat personal. Digital-first bukan lagi diferensiasi, melainkan prasyarat untuk mempertahankan relevansi dan loyalitas pelanggan. - Embedded Finance dan Strategi Ekosistem
Produk keuangan semakin terintegrasi ke dalam platform non-keuangan, seperti ritel, perjalanan, dan layanan kesehatan. Model embedded finance membuka jalur distribusi baru, memungkinkan bank dan lembaga keuangan memonetisasi layanan melalui kemitraan, API, dan banking-as-a-service. Ini menandai pergeseran dari produk ke ekosistem. - Regulasi, Risiko, dan Tata Kelola Data
Dewan direksi kini memprioritaskan tata kelola AI, pengungkapan iklim, open finance, dan ketahanan siber. Kepatuhan tidak lagi bersifat reaktif, melainkan harus terintegrasi secara digital dan otomatis. Institusi yang mampu menyatukan manajemen risiko, data, dan pelaporan akan memiliki keunggulan struktural. - Transformasi Talenta dan Budaya
Kesenjangan keterampilan di bidang data, AI, dan teknologi digital menjadi tantangan utama. Organisasi keuangan perlu membangun budaya yang tangkas, kolaboratif, dan berorientasi pembelajaran berkelanjutan. Model kerja lintas fungsi dan kolaborasi manusia-AI akan menjadi standar baru.
Implikasi Strategis bagi Setiap Segmen Keuangan
Di sektor Perbankan dan Capital Markets, pertumbuhan pendapatan semakin bergeser ke sumber non-bunga. Deloitte dalam 2026 Banking & Capital Markets Outlook menegaskan bahwa pendapatan non-bunga yang kuat dan terdiversifikasi akan menjadi pendorong utama kinerja bank, termasuk dari layanan berbasis biaya, monetisasi data, dan embedded finance.
Sementara itu, sektor Asuransi menghadapi tekanan margin yang berkelanjutan. Modernisasi sistem inti serta penerapan underwriting dan klaim berbasis AI menjadi langkah strategis untuk menekan kerugian, termasuk dari penipuan yang nilainya mencapai ratusan miliar dolar secara global.
Pada Manajemen Kekayaan, personalisasi menjadi indikator kinerja baru. Model penasihat hibrida, menggabungkan interaksi manusia dengan wawasan AI, menjadi pendekatan dominan untuk memenuhi ekspektasi investor generasi baru yang mengutamakan transparansi dan pengalaman digital.
Adapun di Capital Markets dan Asset Management, manajer aset semakin mengandalkan alternatif investasi seperti private credit dan infrastruktur. Integrasi platform multi-aset dan analitik lanjutan menjadi krusial untuk mengelola portofolio yang lebih kompleks di tengah tekanan imbal hasil aset tradisional.
Bagi para eksekutif layanan keuangan, 2026 menuntut percepatan yang terukur. Perusahaan yang mampu memadukan inovasi dengan kepercayaan, serta teknologi dengan transparansi, akan menentukan arah pertumbuhan industri keuangan pada fase berikutnya.









