Strategi keberlanjutan kini menjadi bagian penting untuk pengambilan keputusan bisnis. Dari ekonomi sirkular, energi cerdas, AI hingga persiapan kuantum, inilah arah sistem berkelanjutan menuju 2026.
Banyak organisasi global mulai memposisikan keberlanjutan sebagai bagian langsung dari operasional dan perencanaan jangka panjang. Pendekatan ini tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan, melainkan sebagai cara untuk mengelola risiko, menjaga ketahanan rantai pasok, serta mengendalikan biaya energi dan infrastruktur. Keputusan terkait teknologi dan operasional kini semakin sering dibahas di tingkat direksi karena dampaknya yang langsung terhadap kelangsungan bisnis.
Keselarasan standar pelaporan internasional turut memperkuat arah ini. Kerangka seperti International Sustainability Standards Board dan European Sustainability Reporting Standards membantu perusahaan multinasional menyampaikan dampak lingkungan secara lebih terbuka dan konsisten. Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development, 91 persen perusahaan besar saat ini telah mengungkapkan informasi terkait keberlanjutan, yang menandakan bahwa transparansi telah menjadi praktik umum, bukan pengecualian.
Bagi Cisco, keberlanjutan menjadi bagian dari strategi bisnis yang memengaruhi cara produk dirancang dan kemitraan dibangun. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kinerja sistem sekaligus menjaga penggunaan sumber daya tetap berada dalam siklus yang bertanggung jawab.
Lima Tren Utama yang Membentuk Sistem Berkelanjutan
- Keberlanjutan berkembang menjadi disiplin bisnis yang terstruktur dan terintegrasi dalam operasional harian serta perencanaan jangka panjang perusahaan.
- Ekonomi sirkular bergerak dari fokus daur ulang menuju pendekatan berbasis desain, di mana pengurangan limbah dilakukan sejak tahap perancangan produk.
- Inovasi teknologi mulai diterapkan secara luas, mencakup modernisasi jaringan listrik yang aman hingga pengembangan sistem energi lokal berskala kecil.
- AI mengubah cara organisasi mengelola kebutuhan listrik, terutama akibat meningkatnya beban kerja pusat data dan infrastruktur digital.
- Teknologi kuantum memasuki tahap persiapan, dengan fokus pada keamanan jaringan, kriptografi generasi baru, serta kesiapan infrastruktur jangka panjang.
Dalam praktik ekonomi sirkular, penggunaan alat seperti pemodelan siklus hidup produk membantu tim perancang menilai dampak material sebelum produksi dimulai. Cisco telah menerapkan prinsip desain sirkular pada seluruh produk dan kemasan barunya, sehingga material dapat digunakan lebih lama dan limbah dapat ditekan sejak awal.
Modernisasi sistem energi juga memainkan peran penting. Teknologi jaringan cerdas mendukung bangunan pintar, mikrogrid, dan sistem daya lokal agar lebih stabil dan tahan gangguan. Perangkat keras dengan performa tinggi namun hemat daya memungkinkan organisasi meningkatkan kapasitas tanpa menambah konsumsi energi secara berlebihan.
Pertumbuhan beban kerja AI juga mendorong lonjakan permintaan listrik, khususnya di pusat data. Kondisi ini menuntut pengelolaan infrastruktur yang lebih cermat agar kebutuhan komputasi dapat terpenuhi tanpa mengganggu kestabilan sistem energi nasional.
Persiapan menuju era kuantum turut menjadi perhatian. Kolaborasi Cisco dengan IBM mencerminkan langkah awal industri dalam membangun sistem yang aman dan siap beradaptasi. Fokus utamanya adalah melindungi data dan menyiapkan fondasi teknologi yang dapat berkembang seiring kemajuan komputasi kuantum.
Keberhasilan upaya keberlanjutan sangat bergantung pada kerja sama antara industri, pemerintah, dan masyarakat. Organisasi yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam inti perencanaan dan pemilihan teknologi jangka panjang akan memiliki posisi lebih kuat dalam menghadapi perubahan di masa depan.










