IDC mencatat pasar sistem storage eksternal kelas enterprise mencapai US$9,7 miliar pada kuartal keemapat 2025. Permintaan akan pembaruan infrastruktur, pertumbuhan All Flash Arrays, dan dominasi segmen midrange menjadi pendorong utama.
Pasar global sistem storage eksternal kelas enterprise kembali menguat pada kuartal keempat 2025. IDC mencatat pendapatan vendor mencapai US$9,7 miliar, naik 5,5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2025, pasar ini membukukan rekor pendapatan tahunan sebesar US$33,0 miliar, atau tumbuh 3,9 persen dari 2024.
Kenaikan ini didorong oleh mulai cairnya belanja perusahaan untuk proyek pembaruan infrastruktur storage yang sebelumnya sempat tertunda. Di tengah perhatian pasar yang banyak tertuju pada lonjakan investasi server untuk AI, segmen storage tetap menunjukkan pemulihan yang solid.
Enam Poin dari Laporan IDC
- Pasar sistem storage eksternal kelas enterprise tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada kuartal keempat 2025.
- Pendapatan sepanjang 2025 mencapai rekor US$33,0 miliar, naik 3,9 persen dibanding 2024.
- All Flash Arrays menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat, naik 18,1 persen year on year.
- Segmen midrange dengan harga rata-rata US$25.000 hingga US$250.000 tumbuh 8,5 persen dan menyumbang 66 persen pasar.
- Sistem high-end naik 5,4 persen, sementara entry-level turun 6,9 persen.
- Nilai per kapasitas storage atau proportional value ($/GB) kembali naik 5,5 persen dibanding kuartal keempat 2024.
IDC juga mencatat pertumbuhan 3,1 persen pada HDD arrays, sementara Hybrid Flash Arrays turun 6,7 persen. Perubahan ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan mulai menata ulang kombinasi teknologi storage untuk menjaga efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komponen seperti SSD, HDD, dan DRAM.
Dell Technologies memimpin pasar dengan pangsa pendapatan 23,7 persen. Huawei berada di posisi kedua dengan 12,6 persen, disusul NetApp 8,1 persen, Everpure 7,1 persen, dan IBM 6,3 persen. Secara regional, Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi pasar dengan pertumbuhan tertinggi, masing-masing 8,0 persen dan 6,9 persen pada kuartal tersebut.
“Permintaan penyimpanan data akan berada di antara kenaikan harga komponen yang terus berlanjut dan meningkatnya kebutuhan pembaruan infrastruktur dari perusahaan-perusahaan dari berbagai skala. Kita mungkin akan menyaksikan tahun 2026 yang positif bagi pasar ini, di mana pengguna akhir berusaha menyeimbangkan belanja modal mereka antara perangkat keras, perangkat lunak, efisiensi pengelolaan, dan model as a service guna memenuhi kebutuhan mereka,” kata Juan Seminara, research director, Worldwide Enterprise Infrastructure Trackers.









