Belanja global edge computing diproyeksikan mencapai US$450 miliar pada 2029. IDC menilai integrasi arsitektur edge dan AI akan mengubah cara organisasi memproses data secara real time.
Investasi global untuk edge computing diproyeksikan mencapai US$450 miliar pada 2029, naik signifikan dari sekitar US$265 miliar pada 2025. Lonjakan ini dipicu kebutuhan organisasi untuk memproses data langsung di dekat sumbernya, tanpa harus selalu mengirimkannya ke pusat data terpusat.
Model komputasi tradisional berbasis cloud jarak jauh kerap menghadapi kendala latensi dan stabilitas koneksi. Edge computing menghadirkan arsitektur komputasi terdistribusi yang memungkinkan pemrosesan dilakukan di edge node, sehingga respons dapat terjadi dalam hitungan milidetik. Pendekatan ini menjadi fondasi penting bagi sistem berbasis AI yang membutuhkan keputusan instan.
Di sektor manufaktur, komputasi edge digunakan untuk pengendalian kualitas otomatis dan prediksi pemeliharaan sebelum mesin mengalami kerusakan. Industri ritel memanfaatkannya untuk analitik video di dalam toko serta optimalisasi stok secara real time. Perangkat di lapangan tidak lagi hanya mengumpulkan data, tetapi langsung menganalisis dan mengeksekusi tindakan.
Sektor jasa keuangan juga menjadi pendorong utama pertumbuhan. Pemrosesan transaksi di edge memungkinkan deteksi fraud secara instan tanpa bergantung penuh pada pusat data. Di industri transportasi, kendaraan terhubung memanfaatkan edge untuk navigasi dan sistem keselamatan yang harus bereaksi cepat terhadap kondisi jalan.
Menurut IDC, kombinasi arsitektur edge yang semakin matang dan perkembangan AI yang pesat secara fundamental mengubah cara organisasi memproses serta bertindak atas data. Integrasi ini mendorong pergeseran dari sekadar pengumpulan data menuju eksekusi keputusan otomatis di lapangan.
Saat ini, belanja terbesar masih didominasi perangkat keras seperti server edge dan sensor pintar. Namun, tren menuju 2029 menunjukkan pergeseran ke layanan, termasuk model Infrastructure as a Service yang lebih fleksibel dan skalabel. Organisasi mulai memprioritaskan efisiensi operasional dibanding kepemilikan infrastruktur penuh.
Amerika Utara memimpin belanja global, disusul Eropa Barat dan Tiongkok. Meski demikian, Amerika Latin mencatat pertumbuhan paling agresif. Penyedia layanan komunikasi juga memperluas platform mereka untuk mendukung beban kerja AI di edge, yang diperkirakan akan menyumbang porsi signifikan dari total pasar dalam beberapa tahun mendatang.










