Gartner memprediksi 50 persen perusahaan besar akan mengadopsi disinformation security dan TrustOps pada 2027. Inilah strategi yang wajib diterapkan pemasar untuk melindungi merek di era deepfake dan serangan bot.
Penyebaran informasi palsu berbasis AI dan media sintetis seperti deepfake telah mengubah medan persaingan merek. Bot otomatis kini mampu menciptakan gelombang kemarahan palsu yang terorganisasi, menyeret merek ke dalam kemarahan public yang direkayasa hanya dalam hitungan jam.
Gartner memprediksi bahwa pada tahun 2027, 50 persen perusahaan besar akan berinvestasi dalam produk keamanan disinformasi dan strategi TrustOps. Naik pesat, dari yang sekarang hanya 5%.
Dalam buku barunya, World Without Truth, para analis Gartner menegaskan bahwa pemimpin pemasaran wajib mengantisipasi disinformasi berbasis AI dan memperkuat pertahanan reputasi merek. Penulisnya Andrew Frank, menekankan bahwa disinformasi bukan lagi masalah teknologi atau keamanan semata, tetapi wajib pada strategis pemasaran.
Mempertahankan Merek
Buku World Without Truth menguraikan konsekuensi pemasaran dari dunia yang dipenuhi penipuan digital dan memberikan strategi praktis untuk melindungi integritas merek. Rekomendasi utamanya mencakup empat poin berikut:
- Verifikasi dan sertifikasi konten
Pemasar harus menerapkan standar verifikasi seperti Content Credentials untuk memastikan keaslian seluruh aset merek, terutama dengan meningkatnya volume deepfake dan konten buatan AI. - TrustOps dan kolaborasi lintas departemen
CMO perlu menerapkan TrustOps, yaitu pendekatan holistik lintas departemen yang mengelola kepercayaan melalui kebijakan operasional, teknologi, dan kerja sama lintas fungsi. Ini termasuk pembentukan Trust Councils untuk menjaga transparansi internal ketika kebenaran semakin sulit dipastikan. - Intelijen narasi dan memantau media
Merek memerlukan kemampuan intelijen naratif tingkat lanjut untuk mendeteksi, membantah, dan melawan tindakan yang berniat jahat sebelum berpotensi mengikis ekuitas merek. Pemantauan media secara proaktif menjadi kunci agar merek dapat bertindak cepat. - Sains perilaku dan benturan
Dengan menggunakan prinsip-prinsip ilmu perilaku, pemasar dapat membantu menumbuhkan skeptisisme dan kemampuan berpikir kritis di antara pelanggan dan karyawan, sehingga mengurangi kerentanan mereka terhadap narasi palsu.










