Canva mengungkap empat tren bisnis utama sepanjang 2025, mulai dari konsistensi merek, kematangan AI, komunikasi visual, hingga kecepatan produksi konten yang menentukan daya saing perusahaan menuju 2026.
Setelah puluhan tahun berfokus pada pengumpulan data, dunia usaha kini menghadapi banjirnya informasi. Akses terhadap pengetahuan tidak lagi menjadi pembeda. Perusahaan justru mulai menata ulang cara kerja agar ide dapat diwujudkan lebih cepat tanpa terhambat proses berlapis.
Canva menilai AI telah menggeser fokus kerja dari sekadar menyelesaikan lebih banyak tugas menjadi membuka kemungkinan baru ketika hambatan operasional dapat dikurangi.
Canva mencatat bahwa sepanjang 2025, organisasi yang mampu memanfaatkan AI secara matang tidak lagi terjebak pada tahap uji coba. Mereka mulai mengintegrasikan teknologi ini ke dalam alur kerja harian secara terstruktur.
Empat Tren Bisnis yang Menentukan Daya Saing
Pergeseran ini menjadi dasar munculnya empat tren utama yang membentuk cara tim berkolaborasi dan menciptakan nilai bisnis.
1. Konsistensi merek menjadi pendorong pendapatan
Konsistensi merek tidak lagi dipahami sebagai pedoman statis dalam dokumen internal. Pada 2025, perusahaan mulai menempatkan sistem merek sebagai bagian dari cara kerja sehari-hari. Melalui platform seperti Canva, pedoman visual menjadi mudah diakses dan diterapkan oleh seluruh karyawan. Pendekatan ini terbukti pada DocuSign, yang berhasil menyebarkan identitas merek baru ke ribuan aset hanya dalam empat bulan. Sistem ini memungkinkan setiap tim membuat materi bermerek secara mandiri, sementara tim kreatif dapat berfokus pada pekerjaan strategis yang berdampak langsung pada bisnis.
2.Kematangan AI membedakan pemimpin dan yang tertinggal
Jika sebelumnya AI diperlakukan sebagai eksperimen, pada 2025 teknologi ini mulai menjadi fondasi operasional. Perusahaan yang melaju lebih cepat adalah mereka yang menetapkan aturan penggunaan, melatih karyawan, dan mengintegrasikan AI ke seluruh fungsi kerja. Canva bahkan menghentikan aktivitas rutin dan memberi waktu khusus bagi seluruh karyawan untuk mendalami AI secara menyeluruh. Hasilnya, tim menjadi lebih percaya diri menggunakan teknologi ini secara bertanggung jawab. AI tidak menggantikan peran manusia, tetapi memperluas kemampuan mereka untuk menghasilkan kualitas kerja yang lebih baik dalam waktu lebih singkat.
3.Komunikasi visual mempercepat pengambilan keputusan
Komunikasi berbasis visual semakin berperan dalam menyatukan pemahaman antar tim. Laporan State of Visual Communication menunjukkan bahwa sebagian besar pemimpin bisnis menilai konten visual membantu mempercepat proses pengambilan keputusan.
Namun, tantangan muncul ketika organisasi menggunakan terlalu banyak alat desain yang terpisah. Perusahaan yang unggul mulai menyatukan perangkat kreatif mereka agar setiap karyawan, tanpa latar belakang desain, dapat menyampaikan ide secara jelas dan tetap selaras dengan merek.
4.Kecepatan produksi konten menjadi keunggulan strategis
Lonjakan kebutuhan konten sepanjang 2025 memaksa perusahaan memikirkan ulang cara mereka bekerja. Materi promosi harus cepat, relevan, dan dapat disesuaikan lintas bahasa serta kanal distribusi. Contohnya terlihat pada eXp Realty yang mampu membuat materi pemasaran hanya dalam hitungan menit dan menerjemahkannya ke belasan bahasa dalam waktu singkat. Kecepatan ini bukan sekadar peningkatan produktivitas, melainkan faktor strategis untuk tetap relevan di tengah persaingan perhatian publik.
Canva menilai bahwa tahun 2025 menandai peralihan dari eksplorasi ke eksekusi. Sistem merek, kematangan AI, komunikasi visual, dan konsolidasi platform kini menjadi prioritas operasional.
Ke depan, pembeda utama bukan lagi siapa yang memiliki informasi, melainkan siapa yang mampu mengubahnya menjadi sesuatu yang bermakna dan menghadirkannya dengan cepat. Seperti disebutkan dalam artikel tersebut, organisasi yang merangkul perubahan ini tidak hanya bertahan, tetapi akan membentuk ulang makna kerja berkualitas pada 2026 dan seterusnya.









