Cloudflare memperkenalkan pendekatan baru untuk mendukung AI agent di skala global.
Cloudflare memperkenalkan pendekatan baru berbasis infrastruktur edge untuk menjawab tantangan dalam keamanan menjalankan AI agent. Platform ini dirancang agar pengembang dapat menjalankan aplikasi berbasis AI agent tanpa harus mengelola server secara kompleks.
Melalui layanan seperti Cloudflare Workers, eksekusi kode dapat dilakukan secara serverless di jaringan global dengan latensi rendah. Pendekatan ini memungkinkan aplikasi berjalan lebih efisien dibandingkan model infrastruktur tradisional.
Cloudflare juga menyediakan lingkungan eksekusi yang aman dan terisolasi untuk menjalankan beban kerja berbasis AI. Hal ini penting untuk memastikan agent dapat beroperasi secara mandiri tanpa mengorbankan aspek keamanan sistem.
Selain itu, integrasi dengan berbagai model AI memungkinkan pengembang memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Pendekatan multi-model ini memberikan fleksibilitas tanpa ketergantungan pada satu vendor.
Konsep AI agent dalam platform ini mendukung eksekusi tugas yang lebih kompleks dan berkelanjutan. Berbeda dengan chatbot konvensional, agent dapat menjalankan serangkaian proses secara otomatis dalam satu alur kerja.
“Cara orang mengembangkan perangkat lunak sedang mengalami perubahan mendasar. Kita sedang memasuki dunia di mana agent yang menulis dan menjalankan kode,” kata Matthew Prince, co-founder dan CEO Cloudflare. “Namun, agent tersebut membutuhkan tempat yang aman secara default, dapat diskalakan hingga jutaan secara instan, dan tetap bertahan selama tugas-tugas yang berjalan dalam waktu lama. Kami telah menghabiskan sembilan tahun untuk membangun fondasi ini dengan Cloudflare Workers. Hari ini, kami menjadikan Cloudflare sebagai platform definitif untuk web berbasis agent.”








