Kemajuan AI saat ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi sangat canggih, namun di sisi lain memudahkan orang membuat konten palsu atau deepfake yang sangat meyakinkan. Fujistsu menyadari risiko besar dari deepfake, mulai dari penipuan online hingga penyebaran berita bohong (hoaks).
Fujitsu mengembangkan teknologi baru untuk mendeteksi video palsu untuk memerangi bahaya yang dapat meresahkan masyarakat. Berbeda dengan alat deteksi biasa, teknologi ini dirancang khusus untuk memecahkan dua masalah besar:
- Pilih Kasih (Bias): Alat sering kali kurang akurat saat mendeteksi wajah dari kelompok orang atau ras tertentu.
- Alasan Tidak Jelas: Alat hanya bilang “ini palsu” atau “ini asli” tanpa memberi tahu kenapa keputusan itu diambil.
Fujitsu ingin mengubah hal tersebut. Mereka menciptakan sistem yang tidak hanya akurat, tapi juga jujur dan bisa menjelaskan alasannya kepada Anda.
- Sistem yang Bisa Menjelaskan Alasan (Transparansi)
Fujitsu memperkenalkan fitur pintar yang bisa berbicara dengan bahasa visual yang mudah dimengerti manusia. Jika sebuah video dianggap palsu, sistem ini tidak hanya memberi skor, tetapi juga menunjuk bagian mana yang mencurigakan.
- Menandai Keanehan Fisik: Sistem akan menyoroti area seperti aksesoris wajah, warna kulit yang tidak wajar, atau gaya rambut yang tampak tempelan.
- Mendeteksi Gerakan Aneh: Pada video, sistem akan melihat glitch atau ketidakcocokan gerakan antar-detik yang sering terjadi pada video buatan AI, yang mungkin luput dari mata manusia.
- Mengatasi Bias dengan Cara Belajar Baru
Salah satu alasan kenapa AI bisa bias adalah karena data latihannya tidak seimbang dan kurang beragam. Biasanya, peneliti mencampur-campur data foto (teknik augmentasi) agar AI belajar lebih banyak variasi. Sayangnya, cara lama sering kali malah menghapus detail-detail halus yang justru menjadi petunjuk adanya manipulasi.
Fujitsu menggunakan metode baru yang lebih cerdas:
- Mengolah Variasi dengan Hati-hati: Sistem menggabungkan gambar dari berbagai latar belakang orang (supaya adil dan beragam).
- Menjaga Detail Penting: Saat menggabungkan gambar, sistem tetap menjaga “frekuensi tinggi” ini adalah istilah teknis untuk detail tajam atau jejak halus tempat tanda-tanda deepfake biasanya bersembunyi.
AI menjadi lebih pintar mengenali wajah dari berbagai kelompok demografi tanpa kehilangan kemampuan untuk melihat detail-detail manipulasi yang super kecil.








