Laporan Google Cloud 2026 AI Agent Trends Report memprediksi AI agent akan mengubah cara kerja pada 2026, dari produktivitas, alur kerja lintas sistem, layanan pelanggan, keamanan, hingga pelatihan tenaga kerja.
Cara kerja di banyak perusahaan berubah karena tugas makin menumpuk, data makin banyak, dan pelanggan mengharapkan respons yang cepat. Banyak tim akhirnya menghabiskan energi untuk pekerjaan rutin yang berulang, padahal mereka perlu fokus pada keputusan yang lebih penting.
2026 AI Agent Trends Report yang dikeluarkan Google menyoroti bahwa AI agent tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan, tetapi dapat mengikuti tujuan yang diberikan pengguna dan membantu menjalankan langkah kerja secara bertahap.
AI Agent Mengubah Cara Kerja pada 2026
- Membantu produktivitas setiap orang
Karyawan dapat mendelegasikan tugas kepada AI agent agar pekerjaan harian bergeser dari eksekusi rutin menjadi pengarahan yang lebih strategis. Google Cloud memberi contoh Telus, di mana lebih dari 57.000 anggota tim memakai AI secara rutin dan menghemat sekitar 40 menit pada setiap interaksi AI. Contoh lain datang dari Suzano yang membuat agen AI dengan Gemini Pro untuk mengubah pertanyaan berbahasa alami menjadi kode SQL, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk menjalankan kueri turun 95% bagi puluhan ribu karyawan. - Menjadikan agentic workflow bagian inti proses bisnis
AI agent tidak harus bekerja sendirian. Beberapa agent dapat berkolaborasi, berkoordinasi, dan saling berkomunikasi untuk menyelesaikan proses yang panjang dari awal sampai akhir. Arah ini melampaui pola chatbot yang hanya menjawab, karena perusahaan dapat menyusun rangkaian kerja yang berjalan menyeluruh sesuai kebutuhan. Google Cloud mencontohkan upaya Salesforce dan Google Cloud yang membangun agen lintas platform melalui protokol Agent2Agent (A2A) sebagai fondasi interoperabilitas bagi perusahaan yang mengandalkan agen. - Menghadirkan layanan berkelas lima bintang yang personal
Pelayanan pelanggan yang kaku dan serba skrip diperkirakan mulai ditinggalkan. AI agent mendorong layanan bergaya concierge yang lebih personal dan cepat, sehingga pelanggan merasa dilayani secara langsung sesuai kebutuhannya. Contohnya, Danfoss memakai AI agent untuk otomasi pemrosesan pesanan berbasis email, mengotomasi 80% keputusan transaksional, dan memangkas rata-rata waktu respons pelanggan dari 42 jam menjadi mendekati real time. - Memperkuat operasi keamanan dengan bantuan agent
Di pusat operasi keamanan atau SOC, analis sering kewalahan oleh arus data dan peringatan yang datang tanpa henti. AI agent membantu mempercepat identifikasi dan respons ancaman, termasuk mengurangi beban kerja manual seperti penyaringan peringatan dan tahap investigasi awal. Google Cloud mencontohkan Macquarie Bank yang mengarahkan 38% lebih banyak pengguna ke layanan swadaya (self-service) dan menurunkan peringatan palsu (false positive alerts) sebesar 40%, sehingga perlindungan penipuan bisa berjalan lebih tepat. - Menguatkan pelatihan agar tenaga kerja siap menggunakan AI
Mengadopsi AI bukan akhir, justru awal. Faktor penentu keberhasilan adalah kesiapan orang-orang yang memakainya. Pada 2026, organisasi diprediksi beralih dari pelatihan sekali jadi menuju rencana pembelajaran yang berkelanjutan dan fleksibel. Program ini menekankan praktik langsung dengan skenario nyata, sehingga karyawan dapat membangun keterampilan AI secara bertahap sesuai ritme kerja mereka.










