Komputasi kuantum mengancam sistem enkripsi global. Kriptografi pasca-kuantum menjadi kunci menjaga keamanan data, AI, dan ekonomi digital di masa depan.
Komputer kuantum diproyeksikan mampu menyelesaikan perhitungan kompleks yang tidak mungkin ditangani komputer konvensional, termasuk dalam riset obat, energi, dan material. Namun, kemampuan ini juga membawa implikasi serius terhadap sistem keamanan digital yang digunakan saat ini.
Sebagian besar sistem enkripsi modern, yang melindungi transaksi perbankan, komunikasi pribadi, dan infrastruktur negara, dibangun di atas asumsi keterbatasan komputasi klasik. Dalam skenario tertentu, komputer kuantum berskala besar berpotensi mematahkan asumsi tersebut di masa depan.
Ancaman ini memunculkan praktik harvest now, decrypt later, di mana pihak tidak bertanggung jawab menyimpan data terenkripsi hari ini untuk dibuka ketika teknologi kuantum sudah matang. Risiko ini menjadikan perlindungan jangka panjang sebagai isu mendesak, bukan sekadar spekulasi.
Google telah menguji implementasi PQC sejak 2016 untuk melindungi produk dan infrastrukturnya. Langkah ini menunjukkan bahwa transisi ke keamanan pasca-kuantum membutuhkan waktu panjang dan persiapan sistemik.
Para peneliti mengembangkan kriptografi pasca-kuantum (Post-Quantum Cryptography/PQC), yaitu algoritma enkripsi yang dirancang agar tetap aman meskipun dihadapkan pada komputasi kuantum. Teknologi ini berfokus pada ketahanan jangka panjang, bukan hanya ancaman saat ini.
PQC tidak hanya relevan untuk perlindungan data, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keamanan kecerdasan buatan dan layanan digital berskala besar. Sistem AI yang memproses data sensitif akan membutuhkan lapisan keamanan yang tetap kuat di masa depan.
IBM dan perusahaan teknologi lain juga mendorong adopsi standar baru ini secara global. Migrasi ke sistem berbasis cloud dinilai dapat mempercepat penerapan PQC melalui pembaruan terpusat dan otomatis.
Lima Langkah Strategis Menghadapi Transisi Keamanan Kuantum
- Mendorong adopsi perlindungan pasca-kuantum pada sektor kritis seperti energi, telekomunikasi, dan kesehatan.
- Memastikan sistem kecerdasan buatan dibangun di atas fondasi keamanan yang tahan terhadap ancaman kuantum.
- Menyelaraskan standar keamanan lintas negara dengan mengikuti kerangka global yang disepakati.
- Memprioritaskan modernisasi sistem melalui cloud dibanding mempertahankan sistem lama yang sulit diperbarui.
- Menjalin dialog berkelanjutan dengan komunitas riset untuk mengantisipasi perkembangan teknologi kuantum.










