IBM termasuk pionir dalam memperkenalkan artificial intelligence (AI). Sayangnya dalam perjalanan, nama IBM tenggelam di tengah hiruk-pikuk AI labs baru termasuk OpenAI, Anthropic dan rilisan Tiongkok.
Di ranah AI, IBM boleh disalip, tapi perusahaan teknologi tua ini sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih besar. Betulan lebih besar secara fisik, karena komputasi kuantum menjadi andalan untuk menunjukkan bahwa IBM tidak hanya pemanis di antara pemain teknologi lainnya.
Dibanding komputer kuantum, komputer yang terkuat sekarang tidak ada apa-apanya. Menggunakan cara pemrosesan mekanika kuantum, komputer kuantum dapat menyelesaikan hitungan dalam waktu kisaran menit, dibanding komputer tradisional yang perlu waktu sampai ribuan dan jutaan tahun. Diharapkan komputer kuatum dapat memberikan inovasi di bidang farmasi, kriptografi, optimasi sistem berskala masif dan tentu saja AI.
Pengembangan teknologi ini masih menghadapi tantangan fisik, terutama terkait dengan skalabilitas dan stabilitas sistem. Untuk menyelesaikan kalkulasi berskala industri, komputer kuantum membutuhkan ribuan hingga jutaan bit kuantum (qubit) yang terinterkoneksi. Kendala terbesarnya terletak pada keterbatasan fisik ruang pengkabelan di dalam kamar pendingin tunggal serta kesulitan menghubungkan beberapa chip kuantum terpisah tanpa merusak kondisi lingkungan fisik yang sangat terisolasi.
Sifat qubit sangat sensitif terhadap suhu. Ketika qubit mengalami kenaikan suhu walau sangat kecil, terjadi fenomena dekoherensi kuantum di mana energi panas dan getaran atom merusak kondisi superposisi serta keterikatan kuantum. Saat kondisi ideal gagal tercapai, qubit meluruh menjadi bit biasa dan tingkat kesalahan kalkulasi melonjak secara drastis.
IBM berambisi untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami di teknologi komputasi kuantum agar teknologi dapat dipakai. IBM baru saja mengumumkan arsitektur modular baru dengan menyatukan dua modul kriogenik ke dalam satu lingkungan terintegrasi untuk mengatasi kendala ruang, suhu, dan interkoneksi.
Desain baru berbentuk kotak ini memungkinkan modul-modul pendingin dipasang berdampingan secara rapat. Setiap modul menyediakan ruang vakum pengkabelan hingga dua belas kali lebih luas dibandingkan sistem kuantum IBM sebelumnya.
Untuk menghubungkan antarprosesor kuantum yang berada di modul terpisah, IBM mengimplementasikan teknologi interkoneksi L-coupler. Teknologi ini memungkinkan chip-chip kuantum saling berbagi informasi dan bekerja sebagai satu kesatuan komputer raksasa.
Dalam uji cobanya, IBM membangun dua modul operasional berukuran tinggi dan lebar masing-masing lebih dari delapan kaki yang ditempatkan di lingkungan pendinginan kriogenik. Komputasi kuantum mendingin secara bersama-sama hingga mencapai suhu empat Kelvin dalam waktu kurang dari lima hari, sebelum akhirnya mencapai suhu operasional di bawah lima belas millikelvin. Suhu mendekati nol mutlak agar qubit stabil. Atau dalam Celsius mendekati minus 273 derajat.
Pada akhir tahun ini, IBM berencana menginstal prosesor IBM Quantum Nighthawk untuk pengujian lanjutan. Target berikutnya pada tahun 2027 adalah menghubungkan beberapa prosesor menggunakan L-coupler hingga menghasilkan sistem berkapasitas minimal seribu qubit terprogram.
Pencapaian ini menjadi langkah berikutnya bagi IBM untuk menghadirkan IBM Quantum Starling pada tahun 2029, yang diproyeksikan sebagai komputer kuantum fault-tolerant pertama di dunia dengan ribuan qubit di setiap modul kriogeniknya.
2029 masih sekitar tiga tahun lagi. Google yang bisa dibilang tidak punya masalah keuangan juga mengejar teknologi ini. Tiongkok tidak mau ketinggalan menguji komputasi masa depan ini dengan menggabungkan Baidu dan Alibaba dalam konsorsium. Dalam tiga tahun ini, IBM harus mempertahankan kecepatan atau bahkan menekan gas lebih dalam, agar tidak tersalip lagi.









