Laporan Deloitte Perlihatkan Bisnis Keluarga Mulai Lirik AI

Transformasi digital menjadi kunci keberlanjutan perusahaan keluarga. 

Perusahaan keluarga kini semakin melihat teknologi sebagai fondasi utama untuk bertahan dan berkembang. Laporan terbaru dari Deloitte Private terhadap 1.587 responden menunjukkan bahwa transformasi digital tidak lagi bersifat tambahan, melainkan bagian inti dari strategi bisnis jangka panjang.

Banyak organisasi mulai beralih dari inisiatif digital yang terfragmentasi menuju pendekatan yang lebih terintegrasi. Lebih dari separuh responden menyatakan bahwa strategi teknologi mereka sudah mulai disejajarkan dengan tujuan bisnis utama, meskipun tingkat kematangannya masih beragam.

Pemanfaatan kecerdasan buatan juga terus meningkat, namun sebagian besar masih berada pada tahap awal hingga menengah. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat analisis data, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat.

Selain itu, perusahaan memanfaatkan solusi digital untuk mengurangi risiko operasional, meningkatkan kualitas layanan pelanggan, serta menghadirkan pengalaman yang lebih personal. Pendekatan ini membantu organisasi menjaga relevansi di tengah perubahan pasar yang semakin dinamis.

Dampak awal dari investasi teknologi mulai terlihat dalam bentuk peningkatan produktivitas dan efisiensi kerja. Banyak karyawan merasakan proses kerja yang lebih sederhana serta dukungan sistem yang lebih responsif dalam aktivitas harian.

Namun demikian, tantangan masih muncul pada aspek investasi dan kesiapan organisasi. Hampir separuh pemilik bisnis menilai bahwa alokasi dana untuk transformasi digital belum sepenuhnya mencukupi untuk mencapai hasil optimal.

“Bisnis keluarga sering kali memiliki pandangan jangka panjang, dan teknologi kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembicaraan mengenai warisan tersebut,” kata Dr. Rebecca Gooch, Deloitte Private Global Head of Insights, Deloitte Global. “Pilihan yang diambil para pemimpin saat ini terkait AI dan transformasi digital tidak hanya dapat memengaruhi kinerja jangka pendek, tetapi juga jenis bisnis yang pada akhirnya akan mereka serahkan kepada generasi berikutnya. Bisnis keluarga saat ini berada dalam masa transisi di mana mereka memang membuat kemajuan nyata, namun masih berupaya menyesuaikan diri dengan peralihan dari adopsi bertahap menuju kematangan digital di seluruh perusahaan.” 

Agar transformasi berjalan efektif, perusahaan keluarga perlu menjalankan langkah strategis berikut secara berurutan:

  1. Menyelaraskan strategi teknologi dengan tujuan bisnis utama 
  2. Beralih dari tahap uji coba menuju implementasi menyeluruh 
  3. Memperkuat tata kelola dan manajemen risiko digital 
  4. Berinvestasi pada pengembangan keterampilan tenaga kerja 
  5. Memanfaatkan keahlian eksternal tanpa kehilangan kendali strategis