Forrester memproyeksikan belanja teknologi Asia Pasifik tumbuh 9,3% pada 2026, tetapi inflasi, tarif, dan fragmentasi regulasi dinilai mengurangi dampak investasi TI di kawasan ASIA.
Forrester memproyeksikan belanja teknologi di Asia Pasifik tumbuh 9,3% pada 2026. Dalam proyeksi terbarunya, kawasan ini diperkirakan menggelontorkan lebih dari US$437 miliar untuk akuisisi teknologi baru hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong belanja perangkat lunak, layanan, peralatan komunikasi, dan alih daya teknologi.
Namun, Forrester menegaskan bahwa pertumbuhan nominal tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan pertumbuhan ril. Inflasi perangkat lunak, lonjakan harga perangkat keras, tarif, fragmentasi regulasi, guncangan energi, pertumbuhan kawasan yang tidak merata, dan kekurangan talenta disebut akan menekan daya beli perusahaan di Asia Pasifik.
Peralatan komputer diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,7%, didorong investasi hyperscaler pada pusat data yang dioptimalkan untuk AI. Belanja perangkat lunak diperkirakan naik 10,7% seiring percepatan adopsi agentic AI dan integrasi kapabilitas AI ke dalam harga pembaruan kontrak vendor.
Forrester merinci lima sorotan utama pertumbuhan belanja teknologi di kawasan Asia Pasifik pada 2026 berdasarkan negara dan subkawasan.
- Australia diproyeksikan tumbuh 6% dengan total belanja mencapai sekitar A$110 miliar, didorong oleh pembaruan kontrak perangkat lunak dan adopsi AI.
- Tiongkok tumbuh 7% dengan nilai belanja melampaui US$70 miliar, didukung oleh investasi besar pada pusat data AI dan digitalisasi industri.
- India tumbuh 4%, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur digital lokal dan percepatan adopsi komputasi awan.
- Singapura tumbuh 6%, dengan investasi pada transformasi berbasis AI dan ekspansi pusat data, meskipun masih menghadapi tantangan kekurangan talenta.
- Asia Tenggara menunjukkan pertumbuhan beragam, dipimpin oleh Vietnam (15,4%), Filipina (12,3%), Malaysia (9,5%), Thailand (6,8%), dan Indonesia (5%), dengan fokus pada ekonomi digital dan pembayaran berbasis QR lintas negara.










