Meta memperkuat perang melawan penipuan digital di Facebook, Instagram, dan WhatsApp (WA) dengan AI, verifikasi pengiklan, kolaborasi lintas industri, serta dukungan regulasi untuk menghentikan jaringan kriminal berskala global.
Lonjakan kasus penipuan siber kini terjadi di seluruh internet, dari aplikasi kencan, game online, transaksi kripto, hingga pesan teks. Dampaknya merugikan pengguna, pengiklan, dan platform. Pelaku kejahatan semakin canggih, terus mencari celah untuk menghindari sistem deteksi. Untuk menjaga kepercayaan dan melindungi ekosistem bisnisnya, Meta memperkuat upaya mereka dalam mengidentifikasi dan mengganggu operasi penipuan.
Meta mengadopsi pendekatan berlapis yang mencakup empat aktivitas utama berikut:
- Pertahanan Otomatis dan Teknis
Menggunakan teknologi deteksi berbasis AI untuk mengidentifikasi pola interaksi mencurigakan, mendeteksi penipuan lebih cepat, serta membantu pengguna mengenali sinyal berisiko. - Mengganggu Jaringan Penipuan Kriminal
Meta secara proaktif menemukan dan menindak akun-akun yang terhubung ke pusat penipuan (criminal scam centers), termasuk jaringan besar yang mengoperasikan ribuan akun. - Kolaborasi dengan Industri dan Penegak Hukum
Bekerja sama dengan lembaga keuangan, regulator, polisi internasional, serta perusahaan teknologi melalui platform intelijen bersama. - Edukasi Publik
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai tanda-tanda penipuan dan cara pencegahannya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Meta juga memperluas verifikasi pengiklan, khususnya pada kategori iklan berisiko tinggi seperti investasi keuangan. Tujuannya memastikan identitas individu dan organisasi yang memasang iklan benar-benar autentik.
Dalam 15 bulan terakhir, Meta mengalami penurunan lebih dari 50% laporan terkait iklan penipuan, dan sepanjang 2025 telah menghapus lebih dari 134 juta iklan scam. Pada semester pertama 2025, hampir 12 juta akun yang terhubung dengan pusat penipuan berhasil dideteksi dan dihentikan. Meta juga memperluas penggunaan teknologi pengenalan wajah untuk mencegah penyalahgunaan foto selebritas, yang meningkatkan jumlah iklan penipuan serupa yang dapat dideteksi dan dihapus.










