OpenAI memperkenalkan Prism, konsep ruang kerja AI yang menyatukan penulisan, kolaborasi, dan pengelolaan riset ilmiah dalam satu lingkungan terpadu berbasis ChatGPT.
Kemajuan ilmu pengetahuan kerap terhambat bukan oleh kurangnya ide, melainkan oleh kompleksitas alat kerja yang terpisah-pisah. Banyak peneliti masih harus berpindah antara aplikasi penulisan, manajemen referensi, dan kolaborasi, sehingga waktu produktif habis untuk urusan administratif.
OpenAI memperkenalkan Prism sebagai konsep ruang kerja berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk menyederhanakan proses riset ilmiah. Prism bertujuan menyatukan seluruh aktivitas penelitian dalam satu lingkungan kerja terpadu yang dapat diakses melalui ekosistem ChatGPT.
Prism dirancang untuk memahami konteks penuh sebuah makalah, mulai dari narasi ilmiah, persamaan matematika, hingga referensi akademik, tanpa perlu berpindah aplikasi.
Fondasi teknologi Prism disebut berasal dari pengembangan platform penulisan ilmiah yang telah matang, sehingga sistem mampu memahami bahasa teknis dan kaidah akademik secara alami.
Prism menghadirkan delapan fungsi utama yang dirancang untuk mendukung alur kerja riset secara menyeluruh.
- Diskusi ide secara kontekstual antara peneliti dan AI untuk menguji hipotesis dan pendekatan ilmiah
- Penyusunan dan revisi draf makalah dengan pemahaman struktur dokumen secara utuh
- Integrasi literatur ilmiah dari basis data publik seperti arXiv langsung ke dalam naskah
- Pengelolaan konsistensi antara teks, persamaan, kutipan, dan elemen visual
- Konversi catatan papan tulis atau sketsa teknis menjadi format teks ilmiah digital
- Kolaborasi waktu nyata bagi banyak penulis dalam satu dokumen yang sama
- Penerapan perubahan langsung pada dokumen tanpa perantara ruang obrolan terpisah
- Dukungan input suara untuk pengeditan ringan selama proses peninjauan








