Intel memperkenalkan pendekatan hybrid AI untuk menjalankan asisten otonom seperti OpenClaw dengan pemrosesan lokal dan cloud, menjaga privasi data sekaligus menekan biaya operasional.
Banyak pengguna mulai memanfaatkan asisten AI otonom seperti OpenClaw langsung dari PC mereka. Namun, kekhawatiran terhadap keamanan data dan lonjakan biaya layanan cloud menjadi tantangan utama dalam adopsi teknologi ini.
Intel menghadirkan pendekatan eksekusi hibrida yang menggabungkan pemrosesan lokal dan cloud. Dalam skema ini, sistem memilah beban kerja berdasarkan sensitivitas data, sehingga tidak semua perintah harus dikirim ke internet.
Dokumen rahasia, rekaman rapat, serta file internal diproses langsung di perangkat menggunakan kemampuan komputasi lokal. Sementara itu, tugas umum seperti pencarian informasi publik tetap dapat dijalankan melalui layanan cloud untuk menjaga efisiensi performa.
Pendekatan ini memungkinkan organisasi mempertahankan kontrol penuh atas data tanpa mengorbankan kemampuan analisis dan otomatisasi dari asisten AI.
Model pemrosesan lokal juga berdampak langsung pada efisiensi biaya. Karena sebagian besar penalaran dan pemahaman dokumen dilakukan di perangkat pengguna, konsumsi token pada layanan cloud dapat ditekan secara signifikan.
Hal ini membantu perusahaan memprediksi anggaran teknologi dengan lebih stabil dan menghindari lonjakan biaya langganan akibat penggunaan AI yang intensif.
Dukungan prosesor terbaru berbasis arsitektur AI PC memungkinkan fungsi asisten tetap aktif dengan konsumsi daya yang efisien. Sistem dapat menjalankan pemantauan, manajemen memori, dan tugas latar belakang tanpa membebani baterai atau menyebabkan panas berlebih.
