Laporan State of AI in Telecommunications dari NVIDIA menunjukkan transformasi industri telekomunikasi melalui adopsi AI yang mempercepat efisiensi operasional, pengalaman pelanggan, dan nilai bisnis secara global.
Industri telekomunikasi global beralih dari model bisnis tradisional yang berfokus hanya pada konektivitas data menuju integrasi AI yang lebih mendalam dalam operasi inti perusahaan. Hasil survei State of AI in Telecommunications: 2025 Trends dari NVIDIA menunjukkan bahwa nyaris seluruh operator (97 %) kini menilai, mengevaluasi, atau sudah menerapkan solusi AI dalam bisnis mereka.
Sekitar 84 % responden melaporkan bahwa AI membantu meningkatkan pendapatan tahunan perusahaan mereka, sementara 77 % menyatakan AI berkontribusi menurunkan biaya operasional dibandingkan era sebelumnya.
Sekitar 44 % operator mengidentifikasi customer experience optimization sebagai area utama investasi AI, termasuk penggunaan chatbot pintar dan alat otomatisasi layanan pelanggan yang lebih responsif.
Transformasi ini juga mencakup pengoptimalan jaringan dan operasi. AI sudah digunakan dalam network planning, pengelolaan distribusi sumber daya jaringan, serta analisis data skala besar untuk membantu keputusan operasional yang lebih cepat dan tepat.
Dampak lain dari penerapan AI adalah peningkatan produktivitas karyawan. Teknologi ini memungkinkan otomatisasi tugas-tugas rutin dan administratif, sehingga staf dapat fokus pada pekerjaan berorientasi strategi dan kreativitas.
Survei menunjukkan minat yang kuat terhadap Generative AI, dengan hampir setengah responden telah atau sedang mengevaluasi penerapannya dalam operasi mereka, dan banyak di antaranya berencana menawarkan layanan AI berbasis generative kepada pelanggan.
Tidak hanya itu, operator telekomunikasi juga melihat AI sebagai alat penting untuk masa depan di luar 5G, termasuk penelitian dan persiapan jaringan generasi berikutnya, yang memperluas peran AI jauh di luar otomatisasi sederhana.









