Palo Alto Networks Adu Cepat Patch Lawan Peretas

Palo Alto Networks

Palo Alto Networks menemukan lebih dari 14.000 kerentanan yang sebelumnya tidak diketahui pada perangkat lunak open-source dengan menggunakan model Frontier AI untuk memindai.

Temuan ini memperlihatkan bahwa AI dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk melancarkan serangan otomatis dan mempercepat waktu penetrasi. Sedangkan tim jaringan sulit menerapkan pembaruan (patching) secepat pergerakan ancaman AI karena terhadang standar pengujian keselamatan dan uptime yang ketat.

Guna menutup celah risiko tersebut, Palo Alto Networks menghadirkan Frontier AI Critical Defense Program yang mengintegrasikan fitur Palo Alto Networks Frontier Virtual Patching. Kecepatan ini diperlukan untuk menutup kerentanan langsung di tingkat jaringan sebelum peretas sempat mengeksploitasinya.

Program ini memperluas kolaborasi strategis yang telah terjalin sebelumnya dengan IBM, Red Hat (bagian dari Lightwell), Microsoft (bagian dari MAPP), serta perusahaan penyedia operational technology (OT) seperti Siemens dan Idaho National Laboratory (bagian dari OT Threat Research Lab).

Palo Alto Networks juga menggandeng lab AI, termasuk OpenAI dan Anthropic, dalam kemitraan.

“Di era Frontier AI, adu cepat menggunakan cara lama penerapan software patch sebelum peretas mengeksploitasi celah keamanan adalah pertempuran yang mustahil dimenangkan. Melindungi infrastruktur membutuhkan perubahan struktural, dari pembaruan yang terisolasi menjadi intelijen kolektif yang proaktif,” kata Lee Klarich, Chief Product Officer, Palo Alto Networks.