Pendekatan Keamanan Baru Di Era Agentic AI

Cisco memperkenalkan pendekatan keamanan berbasis intensi untuk mengawasi AI agent yang semakin otonom. 

AI agent kini tidak lagi sekadar menjalankan perintah, tetapi mampu mengambil keputusan secara mandiri. Risiko muncul ketika agent melakukan tindakan yang tampak wajar, namun sebenarnya melanggar kebijakan, seperti mengakses data sensitif yang tidak relevan dengan tugasnya.

Model keamanan tradisional belum dirancang untuk menghadapi perubahan ini. Sistem lama umumnya hanya memantau lalu lintas data, bukan memahami konteks atau tujuan di balik suatu instruksi. Dalam laporan terbarunya, Cisco menyebutkan bahwa kesiapan organisasi dalam mengamankan AI agent masih terbatas.

Untuk menyesuaikan dengan teknologi terkini, pendekatan keamanan kini bergeser ke model berbasis intensi. Melalui analisis konteks dan pemrosesan bahasa alami, sistem dapat mendeteksi potensi pelanggaran sebelum tindakan selesai dijalankan.

Pendekatan baru ini bertumpu pada tiga faktor utama:

  1. Identitas Digital Dinamis
    Setiap AI agent memiliki identitas unik yang bisa dipantau dan dicabut aksesnya secara instan jika terdeteksi anomali.
  2. Pengawasan Hingga Level Aplikasi
    Perlindungan diperluas hingga ke inti sistem, sehingga aktivitas AI agent tidak hanya diawasi di perimeter jaringan.
  3. Konsolidasi Sinyal Keamanan
    Data dari jaringan dan sistem akses digabungkan menjadi satu tampilan terpadu untuk menghasilkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti.

Pendekatan ini tetap efektif di lingkungan komunikasi terenkripsi dan cloud. Tujuan akhirnya adalah memastikan manusia dan agen digital dapat berkolaborasi secara aman tanpa menghambat inovasi bisnis.