Perplexity Lihat Tren Perubahan Cara Penggunaan AI

Data penggunaan Perplexity Enterprise menunjukkan pola baru di perusahaan besar.  Karyawan semakin sering berpindah model AI sesuai tugas, dan tidak ada lagi satu model untuk semua. 

Pada 2025, vendor-vendor AI merilis 46 model baru, dan Perplexity mengklaim menghadirkan semuanya dalam 24 jam setelah rilis. Kecepatan perilisan ini bukan sekadar menambah pilihan, tapi menyederhanakan alur kerja agar karyawan tidak perlu mengurus banyak login atau kontrak terpisah. 

Dilihat dari jumlah model yang digunakan, 43,6% perusahaan menggunakan lebih dari satu model setidaknya sekali selama 2025. Dari sisi perilaku pengguna, 9,1% pengguna enterprise memakai beberapa model dalam satu hari, dan di kelompok pengguna yang memang memilih model spesifik, 53% pernah berpindah model setidaknya sekali dalam satu hari kerja. 

Data internal Perplexity menunjukkan munculnya multi-model workforce. Di enterprise, 12,5% tergolong power user, aktif setidaknya 12 dari 28 hari, dan kelompok inilah yang paling agresif bereksperimen dengan banyak model. 

Spesialisasi makin terlihat ketika tugasnya berubah. Di Desember 2025, Perplexity mencatat kreatif visual banyak memakai Gemini Flash (40%) dan analisis keauangan cenderung ke Gemini 3.0 Pro Thinking (31%). 

Di pekerjaan teknis, Claude Sonnet 4.5 menonjol untuk debugging (30%) dan pengembangan software (29%). Untuk legal atau kasus pengadilan, model Thinking dari Claude tercatat 23%, sementara riset medis sering memakai GPT-5.1 Thinking (13%). 

Dilihat dari perubahan ini, Perplexity melihat karyawan memperlakukan model AI sebagai pilihan menu, bukan lagi satu tool yang harus diapakai. 

Tren ini juga terlihat saat model baru dirilis. Penggunaan model baru biasanya melonjak di atas 50% selama beberapa hari karena eksperimen, lalu turun cepat dan berhenti di kisaran maksimum 35% pada minggu berikutnya ketika tim menemukan kecocokan model dengan jenis pekerjaan.