Laporan Kaspersky mengungkap perubahan pola belanja berbasis AI yang meningkatkan risiko pencurian data dan penipuan daring atau phishing. Simak ancaman terbaru serta enam langkah perlindungan bagi pengguna dan bisnis ritel.
Kebiasaan memesan makanan dan berbelanja melalui aplikasi telah menjadi rutinitas harian masyarakat. Namun laporan terbaru dari Kaspersky menunjukkan bahwa mengunduh aplikasi dari toko resmi tidak selalu menjamin keamanan data maupun informasi finansial pengguna. Sepanjang 2025, berbagai kasus malware ditemukan bersembunyi di balik aplikasi populer, termasuk layanan pesan antar dan belanja daring, dengan tujuan mencuri kredensial pembayaran tanpa disadari pemilik perangkat.
Perubahan ini terjadi bersamaan dengan bergesernya cara konsumen mencari produk. Proses pencarian tidak lagi sekadar mengetik kata kunci, melainkan dilakukan secara lebih komunikatif dan visual melalui chatbot serta asisten belanja berbasis AI. Pola interaksi semacam ini mendorong pengguna membagikan lebih banyak informasi pribadi, mulai dari preferensi, lokasi, hingga kebiasaan belanja, yang kemudian menjadi sasaran baru bagi pelaku kejahatan siber.
“Pencarian itu sendiri sedang berubah, termasuk cara orang mencari produk secara online. Pada tahun 2025, terjadi pergeseran bertahap dari pencarian kata kunci sederhana ke cara yang lebih percakapan dan visual dalam mencari apa yang ingin dibeli. Karena model-model ini bergantung pada masukan pengguna yang lebih luas, penanganan data yang terlibat dengan hati-hati akan tetap menjadi pertimbangan penting untuk mempertahankan kepercayaan pengguna,” kata Anna Larkina, Web data and privacy analysis expert di Kaspersky.
Langkah Perlindungan yang Disarankan
Laporan Kaspersky juga mencatat bahwa perubahan aturan pajak, bea masuk, dan perdagangan lintas negara kerap dimanfaatkan sebagai umpan penipuan. Penawaran harga yang terlalu murah, klaim bebas pajak, hingga notifikasi pengiriman palsu menjadi metode umum untuk mencuri data atau uang korban. Situasi ini diperparah oleh lonjakan aktivitas phishing yang menyasar pengguna toko online, sistem pembayaran, dan layanan pengiriman.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Kaspersky memberikan enam rekomendasi utama bagi pengguna dan organisasi ritel:
- Lindungi privasi dengan menggunakan alat keamanan yang andal serta berhati-hati saat membagikan foto atau informasi pribadi dalam pencarian produk dan percakapan berbasis AI.
- Verifikasi pengirim pesan dan tautan dengan mengetik alamat situs toko secara manual, bukan mengeklik tautan dari email atau pesan yang meragukan.
- Lakukan pemeriksaan terhadap toko daring yang belum dikenal dengan membaca ulasan pelanggan, memastikan ejaan alamat situs benar, dan mengecek tampilan halaman yang profesional.
- Pantau transaksi kartu bank secara rutin, setidaknya seminggu sekali, agar pengeluaran mencurigakan dapat segera terdeteksi dan dilaporkan.
- Terapkan perlindungan proaktif dengan memindai perangkat secara berkala menggunakan perangkat lunak keamanan, serta menyimpan kata sandi dan frasa pemulihan hanya di aplikasi pengelola kata sandi khusus.
- Bagi organisasi ritel, lindungi infrastruktur perusahaan dari phishing dan ransomware melalui sistem keamanan yang mampu mendeteksi dan merespons ancaman secara langsung.
Keamanan dalam belanja daring tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebiasaan pengguna dalam memperlakukan data pribadi. Dengan kombinasi kewaspadaan, alat keamanan yang tepat, dan disiplin digital, kenyamanan berbelanja tetap dapat dinikmati tanpa mengorbankan perlindungan informasi finansial maupun identitas pribadi.









