Tren kado akhir tahun 2025 bergeser ke hadiah digital seperti Netflix, Spotify, kredit gim, kursus online, hingga software keamanan. Kaspersky mengingatkan risiko phishing dan situs palsu saat belanja liburan.
Tren berbagi kado akhir tahun untuk musim liburan 2025 mulai bergeser ke hadiah digital. Kaspersky mencatat perubahan ini muncul seiring kebiasaan harian banyak orang yang makin sering dilakukan lewat layanan online, sehingga hadiah berbentuk langganan dan akses virtual terasa lebih praktis untuk diberikan dan diterima.
Temuan Kaspersky menunjukkan hanya sekitar seperempat responden yang tetap berpegang penuh pada kado fisik dan tidak berniat beralih. Sementara itu, 32% responden sudah terbiasa memberi hadiah digital, dan 16% mengaku belum pernah tetapi ingin mencoba. Angka ini menggambarkan bahwa minat terhadap kado virtual sudah menjadi arus utama, bukan lagi sekadar pilihan alternatif.
Kesenjangan selera terlihat jelas antar generasi. Kelompok usia 18–34 tahun menjadi pendorong terbesar, dengan 63% berencana membeli hadiah digital pada musim liburan ini, dan hampir separuh dari mereka (46%) sudah pernah memberikannya. Sebaliknya, kelompok usia 55+ cenderung bertahan pada tradisi, dengan 46% menyatakan lebih menyukai hadiah fisik.
Hadiah Digital yang Paling Diminati Untuk 2025
Di daftar teratas, hadiah digital paling populer adalah langganan layanan streaming dan platform hiburan seperti Netflix dan Spotify. Hampir dua pertiga responden yang pernah mempertimbangkan hadiah digital memilih jenis ini, menunjukkan hiburan menjadi kado instan yang mudah dipakai kapan saja.
Setelah itu, kredit gim dan langganan gim menjadi pilihan besar berikutnya, dipilih oleh 40% responden, dan angkanya lebih tinggi pada audiens muda (47%). Pilihan lain yang juga banyak diminati mencakup kursus online (34%), langganan e-book (31%), serta software kreatif seperti Photoshop dan Illustrator (28%).
Kategori wellness juga ikut naik pamor. Kaspersky mencatat langganan kebugaran menarik minat 25% responden, sedangkan layanan kesehatan mental seperti psikologi atau meditasi berada di angka 17%. Artinya, hadiah digital tidak melulu soal hiburan, tetapi mulai menyentuh kebutuhan rutinitas dan perawatan diri.
Uacapan selamat yang terpersonalisasi juga menjadi favorit. Video atau audio ucapan selamat natal dan tahun baru dari Santa Claus atau selebritas, serta kartu pos digital, masing-masing meraih 21% suara. Jenis hadiah ini menonjol karena terasa personal, namun tetap cepat dibuat dan langsung terkirim.
Risiko phishing saat belanja liburan
Di balik kemudahannya, belanja hadiah digital memunculkan risiko yang perlu diwaspadai. Kaspersky mengingatkan adanya ancaman berupa toko online palsu dan phishing link, terutama saat orang membeli langganan streaming, kredit gim, atau kursus online secara mendadak menjelang hari raya.
Penipu memanfaatkan urgensi belanja liburan dengan membuat website palsu, email penipuan, dan pop-up yang meniru layanan resmi, bahkan dengan bantuan AI agar terlihat meyakinkan.
Karena itu, Kaspersky merekomendasikan penggunaan solusi keamanan yang memiliki komponen anti-phishing berbasis AI untuk membantu mencegah klik tautan berbahaya sekaligus melindungi pembayaran. Di titik ini, keamanan siber juga ikut bergeser dari alat teknis menjadi hadiah yang bernilai guna.
Menariknya, hampir sepertiga responden mengatakan mereka ingin memberi atau menerima software perlindungan digital, seperti security solution, password manager, atau langganan VPN.
“Sangat menggembirakan melihat minat terhadap solusi keamanan siber semakin meningkat, karena hal ini mencerminkan pemahaman yang lebih dalam bahwa melindungi kehidupan digital orang-orang yang kita sayangi telah menjadi bentuk perawatan dan tanggung jawab yang esensial. Perubahan ini menunjukkan bahwa kini keamanan siber tidak hanya tentang melindungi data Anda sendiri tetapi juga tentang menciptakan ruang digital yang lebih aman bagi orang-orang yang kita pedulikan,” kata Marina Titova, Vice President for Consumer Business, Kaspersky.










