ABB Robotics dan NVIDIA menghadirkan RobotStudio HyperReality berbasis NVIDIA Omniverse untuk mensimulasikan robot industri secara akurat. Teknologi ini memangkas waktu setup hingga 80% dan meningkatkan presisi produksi.
Industri manufaktur selama puluhan tahun menghadapi masalah besar saat memindahkan hasil simulasi robot dari komputer ke dunia nyata. Perbedaan pencahayaan, material, serta kondisi lingkungan di pabrik sering membuat model yang berhasil di simulasi, ditemukan gagal saat diterapkan pada mesin sebenarnya.
Tidak menyerah dengan tantangan yang ditemui, ABB Robotics bekerja sama dengan NVIDIA menghadirkan RobotStudio HyperReality. Solusi ini mengintegrasikan pustaka NVIDIA Omniverse langsung ke dalam perangkat lunak RobotStudio milik ABB. Produk ini dijadwalkan tersedia secara global pada paruh kedua tahun 2026.
Melalui teknologi ini, perusahaan manufaktur dapat membuat simulasi ruang kerja robot secara sangat realistis di dalam komputer. Produsen dapat merancang, memprogram, menguji, dan memvalidasi seluruh proses produksi sebelum satu robot fisik diaktifkan di lantai pabrik.
Simulasi Robot yang Lebih Akurat
RobotStudio HyperReality memungkinkan pembuatan digital twin lengkap dari robot, sensor, pencahayaan, serta komponen produksi. Data tersebut kemudian diproses di lingkungan NVIDIA Omniverse untuk menghasilkan simulasi yang sangat mendekati kondisi nyata.
Teknologi ini juga memungkinkan pelatihan model AI menggunakan data sintetis yang dihasilkan dari simulasi tersebut. Dengan cara ini, sistem penglihatan robot dapat dilatih secara virtual sebelum diterapkan di lingkungan produksi.
ABB menyebut teknologi ini dapat memangkas waktu pengaturan dan commissioning sistem produksi hingga 80 persen karena pengujian dapat dilakukan secara virtual tanpa purwarupa fisik. Selain itu, biaya implementasi juga dapat berkurang hingga 40 persen dan waktu peluncuran produk ke pasar dapat dipercepat hingga 50 persen.
RobotStudio HyperReality menggunakan virtual controller ABB yang menjalankan firmware yang sama dengan robot fisik. Pendekatan ini memungkinkan tingkat kecocokan antara simulasi dan operasi nyata mencapai sekitar 99 persen.
Teknologi Absolute Accuracy milik ABB juga meningkatkan presisi robot secara signifikan dengan mengurangi kesalahan posisi dari sekitar 8–15 milimeter menjadi hanya sekitar 0,5 milimeter.
Beberapa perusahaan sudah mulai menguji teknologi ini sebelum peluncuran resmi. Foxconn menggunakan sistem tersebut untuk melatih robot perakitan komponen elektronik, sementara perusahaan robotika Worker memanfaatkannya untuk membantu pabrik kecil dan menengah mengadopsi otomatisasi dengan lebih cepat.










