Laporan BCG menunjukkan adopsi AI di industri logistik masih rendah, meski potensinya besar.
Laporan dari Boston Consulting Group (BCG) menunjukkan lebih dari 40% perusahaan logistik yang disurvei, mempertimbangkan AI sebagai nilai tambah, walaupun implementasinya masih terbatas. Beberapa perusahaan mulai menjadikan kemampuan AI sebagai faktor penting dalam memilih mitra bisnis.
Laporan AI Is Already Moving the Logistics Industry Forward mengungkapkan bahwa hanya sekitar 10% penyedia layanan logistik yang telah mengintegrasikan AI ke dalam operasi inti mereka. Sebagian besar perusahaan masih berada pada tahap uji coba atau implementasi awal.
Di industrini AI dapat berperan dalam meningkatkan efisiensi operasional, terutama dalam perencanaan rute dan optimalisasi jadwal pengiriman. Teknologi ini membantu perusahaan memastikan pengiriman lebih cepat, akurat, dan terukur.
Selain itu, AI memungkinkan perusahaan memprediksi permintaan pengiriman serta menyediakan visibilitas secara real-time terhadap posisi dan kondisi barang. Nilai tambah seperti ini dapat meningkatkan transparansi dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik.
Efisiensi biaya menjadi pendorong utama adopsi AI. Hampir 80% menyatakan bahwa penghematan operasional adalah alasan utama mereka mulai mengadopsi teknologi ini. AI membantu mengurangi kesalahan operasional yang sering menimbulkan biaya tinggi.
Tingkat kesiapan antar wilayah masih berbeda. Asia Pasifik saat ini memimpin dalam adopsi AI di sektor logistik dibandingkan Amerika Utara dan Eropa. Tantangan utama bukan lagi pada teknologi, melainkan pada ketersediaan talenta dan kesiapan organisasi.
Banyak perusahaan menghadapi kendala dalam mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja harian karena kurangnya tenaga ahli yang mampu mengoperasikan dan mengelola sistem tersebut secara optimal.
“Teknologi bukan lagi kendala utama. Yang terpenting saat ini adalah organisasi, kapabilitas, dan kemampuan untuk mengintegrasikan AI ke dalam operasional sehari-hari,” kata Daniel Cohen, CEO Alpega Group. “Perusahaan yang bertindak sekarang dapat mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan memperkuat daya saing mereka dalam jangka panjang.”










