Cisco memperkenalkan pendekatan keamanan baru untuk AI agent dengan fokus pada identitas, kontrol akses, dan pemantauan real-time.
Perusahaan yang sedang menjanlankan proyek pilot AI agent atau telah mengoperasikannya pada tahap produksi mengalami risiko yang sama, yaitu keamanan. AI agent yang mampu bertindak mandiri berpotensi menjadi titik masuk baru bagi serangan siber jika tidak dikontrol dengan baik.
Cisco menghadirkan pendekatan keamanan terintegrasi untuk mengelola risiko tersebut. Solusi ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap AI agent tetap berada dalam kendali manusia, sekaligus mematuhi kebijakan internal perusahaan secara konsisten.
Pendekatan ini berfokus pada pengamanan identitas, aktivitas, serta interaksi AI agent di dalam sistem. Solusi yang dibawa Cisco dapat mengurangi risiko manipulasi, penyalahgunaan akses, maupun kesalahan operasional dari sistem otomatis.
Cisco membangun kerangka keamanan berbasis lima fungsi yang mencakup seluruh siklus kerja AI agent:
- Verifikasi Identitas Agent
Setiap AI agent diberikan identitas digital yang terhubung langsung dengan pengelola manusia untuk memastikan akuntabilitas. - Kendali Akses Ketat
Hak akses dibatasi secara granular dan berbasis waktu untuk mencegah penyalahgunaan data atau sistem. - Simulasi Serangan
Sistem menyediakan pengujian berbasis adversarial untuk menemukan celah keamanan sebelum implementasi. - Pemantauan Real-Time
Seluruh aktivitas agen dipantau secara langsung dan dapat dihentikan otomatis jika terdeteksi anomali. - Deteksi Ancaman Berbasis AI
Pusat operasi keamanan dibantu asisten AI untuk mengidentifikasi dan merespons serangan dengan lebih cepat.
“AI agent tidak hanya mempercepat pekerjaan yang sudah ada, mereka adalah tenaga kerja baru yang secara signifikan memperluas apa yang dapat dicapai oleh organisasi,” kata Jeetu Patel, President dan Chief Product Officer Cisco. “Proyek-proyek yang sempat ditunda karena keterbatasan sumber daya kini dapat direalisasikan. Satu-satunya batasan adalah imajinasi, dan tim keamanan memegang peranan kunci dalam membuka peluang ini dengan memastikan tenaga kerja berbasis agen tersebut cukup aman untuk dipercaya.”










