Claude AI Kelola Misi Ke Mars

AI membantu NASA merencanakan navigasi rover Mars secara lebih cepat dan aman. Teknologi ini mempercepat eksplorasi luar angkasa tanpa menghilangkan peran manusia.

Menjelajahi Mars berarti bekerja dalam keterbatasan waktu yang ekstrem. Sinyal dari Bumi membutuhkan waktu hingga dua puluh menit untuk mencapai planet merah, sehingga pengendalian robot secara langsung hampir tidak mungkin dilakukan. Selama ini, tim di Bumi harus merancang rute rover dengan sangat hati-hati agar terhindar dari pasir lunak dan medan berbatu.

Para insinyur di Jet Propulsion Laboratory mengandalkan sistem kecerdasan buatan sebagai asisten perencana jalur. AI digunakan untuk membantu menyusun rute perjalanan rover Perseverance berdasarkan data visual dan sensor yang telah dikumpulkan sebelumnya.

Sistem yang disokong Claude AI dari Anthropic mampu memproses data perjalanan bertahun-tahun dalam waktu singkat. AI memetakan koordinat, mengenali rintangan, serta menyusun urutan perintah teknis yang dapat dijalankan oleh rover secara aman.

Pendekatan ini memungkinkan perencanaan rute dilakukan dengan lebih cepat dan konsisten. Dalam beberapa eksperimen dan simulasi, penggunaan AI terbukti memangkas waktu perencanaan hingga sekitar separuh dibandingkan metode manual sepenuhnya.

Meski AI berperan besar, keputusan akhir tetap berada di tangan manusia. Setiap rute yang diusulkan akan diuji melalui simulasi komputer yang mengevaluasi ratusan ribu variabel risiko, mulai dari kemiringan medan hingga stabilitas roda rover.

Para insinyur kemudian meninjau hasil simulasi tersebut untuk memastikan tidak ada risiko tersembunyi. AI berfungsi sebagai asisten cerdas, bukan pengganti manusia, terutama dalam lingkungan ekstrem seperti Mars.

Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi misi masa depan, termasuk program Artemis yang menargetkan Bulan sebagai langkah awal eksplorasi lebih jauh. AI diharapkan membantu pemetaan geologi, perencanaan aktivitas astronot, hingga pemantauan sistem pendukung kehidupan.

Di luar sektor antariksa, laporan dari perusahaan teknologi seperti IBM menunjukkan tren serupa. Asisten berbasis AI kini semakin banyak mengambil alih tugas rutin yang memakan waktu, memungkinkan manusia fokus pada analisis dan pengambilan keputusan strategis.

Pemanfaatan AI dalam eksplorasi luar angkasa menjadi bukti bahwa teknologi digital tidak hanya mempercepat pekerjaan di Bumi, tetapi juga memperluas kemampuan manusia untuk menjelajahi dunia lain dengan lebih aman dan efisien.