Dukungan Oracle Pada Red Bull Racing Tandai Masuknya AI Agent Di Arena Balap F1

Oracle memperpanjang kemitraan dengan Oracle Red Bull Racing menjelang F1 2026. OCI dan Oracle AI dipakai untuk AI strategy agent, simulasi balap generasi baru, serta pengembangan power unit hybrid Red Bull Ford Powertrains.

Oracle dan Red Bull Racing memperpanjang kolaborasi teknologi mereka dalam skema title partnership multi-tahun, saat Formula 1 bersiap memasuki perubahan regulasi terbesar di era modern pada musim 2026. 

Oracle Cloud Infrastructure (OCI) dan Oracle AI berperan sebagai fondasi kerja tim, dari engineering mobil hingga pengambilan keputusan strategis saat balapan. Fokusnya dari kolaborasi ini adalah memproses variabel balap jauh lebih cepat dan lebih presisi di bawah tekanan. 

Rilis resmi menyebut musim balap 2026 akan mengubah cara tim menghasilkan tenaga, mengelola energi, dan mengekstrak performa. Itu sebabnya Red Bull menambah porsi komputasi dan AI untuk memodelkan situasi yang lebih kompleks dibanding musim-musim sebelumnya. 

Laurent Mekies, CEO and Team Principal, mengatakan: “Sejak Oracle menjadi mitra utama tim pada tahun 2021, tim telah meraih tiga gelar Juara Dunia Pembalap, dua gelar Juara Dunia Konstruktor, dan memecahkan banyak rekor. Kemitraan kami dengan Oracle telah sangat sukses, dan kami sangat senang bahwa kami akan terus berkolaborasi dalam era baru F1 ini. Kami mengandalkan keahlian Oracle yang tak ternilai untuk membantu kami memahami dan mengoptimalkan berbagai variabel dengan presisi dan kecepatan yang lebih tinggi daripada pesaing. Dengan Oracle Cloud dan Oracle AI, kami dapat beradaptasi dengan cepat, mengambil keputusan yang lebih cerdas, dan mempertahankan level performa yang diperlukan untuk memenangkan kejuaraan, dan kami menantikan kesuksesan berkelanjutan dalam kemitraan multi-tahun ini.”

Terdapat empat inisiatif utama yang menjadi pusat pemanfaatan teknologi Oracle di Oracle Red Bull Racing. 

  1. AI-powered strategy agent: AI agent ini dirancang untuk bekerja berdampingan dengan engineer, mengotomatisasi pengumpulan data, membaca input historis dan real-time, lalu menyajikan insight agar respons terhadap perubahan kondisi balap lebih cepat. 
  2. Next-generation hybrid power unit: debut power unit hybrid generasi baru dari Red Bull Ford Powertrains dikembangkan dan diuji di atas OCI, memanfaatkan high-performance computing, bare metal, dan simulasi skala besar untuk mempercepat desain, validasi, dan penyempurnaan. 
  3. Advanced race simulations: regulasi 2026 menuntut pemodelan lebih granular, termasuk energy usage, konfigurasi active aero, deployment windows, interaksi ban, serta ribuan skenario balap, agar tim bisa menguji, belajar, dan beradaptasi lebih cepat. 
  4. Operational excellence: Oracle Fusion Cloud Applications dipakai untuk finance, HR, dan marketing, termasuk optimalisasi budgeting, payroll, peningkatan employee experience, serta fan engagement melalui konten personal dan program loyalitas. 

Bagi Red Bull, nilai tambah terbesar dari pendekatan ini ada pada kecepatan iterasi, yang memungkinkan semakin banyak skenario bisa disimulasikan sebelum race weekend. Hal ini akan memperkecil risiko keputusan strategis diambil hanya berdasarkan intuisi atau data yang terlambat.