Forrester memproyeksikan belanja teknologi global mencapai US$5,6 triliun pada 2026, didorong oleh investasi AI, keamanan data, dan infrastruktur digital di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Dunia usaha global tengah beradaptasi dengan kondisi ekonomi yang dinamis akibat fluktuasi pasar dan tekanan geopolitik. Di tengah ketidakpastian tersebut, banyak organisasi justru memilih memperkuat fondasi digital mereka sebagai langkah bertahan dan menjaga daya saing jangka panjang.
Menurut proyeksi Forrester, belanja teknologi global diperkirakan mencapai USD 5,6 triliun pada tahun 2026. Angka ini mencerminkan keyakinan pelaku industri bahwa teknologi tetap mampu produktivitas dan stabilitas bisnis, terlepas dari volatilitas ekonomi global.
Fokus utama investasi berada pada pembaruan infrastruktur perangkat keras dan perangkat lunak inti. Strategi tersebut bertujuan memastikan sistem operasional perusahaan tetap andal, aman, dan mampu mendukung adopsi kecerdasan buatan secara lebih luas.
AI, Keamanan, dan Infrastruktur Menjadi Prioritas Utama
Berikut aktivitas organisasi yang diperhatikan oleh organisasi menurut Forrester:
- Memperkuat keamanan data
Sektor perbankan dan kesehatan memanfaatkan anggaran teknologi untuk meningkatkan perlindungan data sensitif dari ancaman siber yang semakin kompleks. - Mendukung penyimpanan dan pengelolaan data terpusat
Perusahaan berinvestasi pada pusat data dan layanan cloud untuk memastikan akses informasi yang aman, terintegrasi, dan efisien. - Meningkatkan kapabilitas tenaga kerja
Sebagian anggaran dialokasikan untuk pelatihan karyawan agar mampu mengoperasikan sistem berbasis AI dan alat digital canggih secara optimal.
Sektor keuangan dan kesehatan menjadi pendorong utama adopsi teknologi ini. Lembaga keuangan terus memperkuat infrastruktur cloud untuk menjaga keandalan transaksi, sementara organisasi kesehatan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan tata kelola dan akurasi data pasien.
Dari sisi perangkat keras, permintaan terhadap server dan sistem komputasi berkinerja tinggi diperkirakan meningkat signifikan. Banyak organisasi mulai menggantikan infrastruktur lama dengan sistem yang dioptimalkan untuk beban kerja AI dan analitik data skala besar.
Amerika Utara diprediksi memimpin nilai belanja teknologi global. Kawasan Asia Pasifik menunjukkan pertumbuhan kuat, terutama di negara seperti India dan China, sementara Eropa mulai memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
“Meskipun terjadi ketidakstabilan ekonomi global, pengeluaran teknologi akan mengalami pertumbuhan yang kuat, didorong oleh investasi dan adopsi AI yang terus berlanjut dari sektor pertahanan, layanan keuangan, kesehatan, industri, dan ritel,” kata Michael O’Grady, principal forecast analyst di Forrester. “Penelitian kami menemukan, bagaimanapun, bahwa untuk berhasil mengelola dampak tarif, perang dagang, dan investasi AI yang kuat di tahun mendatang, perusahaan perlu memprioritaskan inisiatif AI yang tidak hanya meningkatkan produktivitas tetapi juga mendorong pertumbuhan talenta teknologi yang didorong oleh AI.”










