IBM FlashSystem Dilengkapi Deteksi Ancaman Siber

IBM meluncurkan portofolio FlashSystem terbaru berbasis Agentic AI dengan deteksi ransomware kurang dari satu menit, efisiensi ruang hingga 75 persen, serta otomatisasi manajemen penyimpanan hingga 90 persen.

IBM mengumumkan pembaruan besar pada lini penyimpanan enterprise melalui portofolio FlashSystem generasi terbaru yang dibekali teknologi Agentic AI. Inovasi ini hadir untuk menjawab tantangan lonjakan volume data, ancaman siber yang semakin kompleks, serta tuntutan kepatuhan yang makin ketat di berbagai industri.

Berbeda dari sistem penyimpanan konvensional, FlashSystem terbaru diposisikan sebagai lapisan cerdas yang aktif melakukan optimasi. IBM mengklaim otomatisasi berbasis AI ini mampu memangkas hingga 90 persen tugas administratif rutin, sehingga tim TI dapat lebih fokus pada inisiatif strategis.

Portofolio ini terdiri dari tiga model utama:

  1. IBM FlashSystem 5600 untuk kebutuhan kantor cabang atau pusat data skala kecil dengan desain ringkas dan kapasitas optimal.
  2. IBM FlashSystem 7600 yang ditujukan bagi beban kerja menengah hingga besar dengan kebutuhan performa tinggi dan skalabilitas.
  3. IBM FlashSystem 9600 sebagai model flagship untuk operasional enterprise berskala besar dengan tuntutan performa dan keamanan maksimal.

Salah satu diferensiasi utama adalah kemampuan deteksi ancaman siber, termasuk ransomware, dalam waktu kurang dari satu menit. Sistem tidak hanya mengidentifikasi anomali, tetapi juga dapat melakukan tindakan pemulihan otomatis pada level storage, sehingga mempercepat respons insiden.

IBM juga menyertakan layanan analitik berbasis AI yang dikenal sebagai FlashSystem.ai untuk memantau kesehatan sistem di seluruh jalur data. Teknologi ini menganalisis miliaran titik data guna memberikan rekomendasi optimasi performa secara proaktif dan kontekstual.

Dari sisi efisiensi, generasi terbaru ini mendukung penempatan data otomatis untuk meningkatkan utilisasi kapasitas. IBM menyebutkan potensi pengurangan kebutuhan kapasitas fisik antara 30 hingga 75 persen dibanding generasi sebelumnya, yang berdampak langsung pada efisiensi biaya dan konsumsi energi pusat data.

Teknologi ini diperkuat dengan FlashCore Module generasi kelima berkapasitas hingga 105 TB per drive. Modul ini melakukan analisis statistik secara real-time terhadap pola I/O guna mendeteksi anomali tanpa mengorbankan performa, sekaligus mendukung kebutuhan audit dan kepatuhan melalui kemampuan penjelasan berbasis AI.