Di tengah sempitnya lowongan kerja dan beredarnya narasi AI akan menggantikan pekerja manusia, laporan 2026 Global AI Jobs Barometer dari PwC memberikan sedikit titik cerah. Perusahaan yang paling adaptif terhadap AI justru berekspansi dan merekrut tenaga kerja lebih cepat dibanding kompetitornya.
Perusahaan di sektor yang paling terpapar AI mencatatkan pertumbuhan produktivitas rata-rata 34% pada 2025. Bahkan, kelompok top 20% —disebut super-star oleh PwC— mencapai lonjakan produktivitas hingga 163%. Uniknya, pertumbuhan jumlah karyawan (headcount) di perusahaan padat AI ini melesat hingga 52%, jauh melampaui perusahaan non-AI (36%).
Menurut Joe Atkinson, Global Chief AI Officer PwC, pemenang era ini adalah perusahaan yang menggunakan AI untuk mengamplifikasi keahlian manusia dan mempercepat inovasi, bukan sekadar memotong biaya operasional.
Investasi terbaik bagi organisasi B2B bukan lagi terletak pada teknologi itu sendiri, melainkan pada pengembangan kapasitas manusia yang mengendalikannya.
Tetapi masih ada tantangan bagi pekerja tingkat pemula untuk masuk ke perusahaan. Terjadi tren “seniorisasi” di mana pekerja junior kini dituntut memiliki keterampilan yang biasanya hanya dimiliki level senior.
Lowongan kerja level pemula yang mampu menggunakan AI kini tujuh kali lebih mungkin membutuhkan keterampilan level senior, seperti kepemimpinan, kreativitas, dan interaksi tatap muka. Lowongan untuk peran “seniorisasi” ini tumbuh 35% sejak 2019, sementara peran tradisional justru menyusut 10%.
Yang menjadi pertanyaan besar, bagaimana caranya level junior bisa mendapatkan keterampilan tersebut? Ini berarti mereka harus mulai untuk berpikir secara profesional sedini mungkin.
Pada saat mereka mengenyam bangku akademik, mereka tidak lagi hanya duduk di kelas. Mereka harus aktif turut serta dalam program-program yang diadakan oleh universitas.
Di saat bersamaan, mereka juga harus mencari kesempatan untuk mengalami dunia kerja nyata melalui program magang. Tidak bisa hanya satu program magang yang selesai dalam enam bulan. Dua tahun sebelum mereka lulus kuliah, mereka harus sudah masuk ke dunia kerja dengan bayaran minimum.




