NVIDIA Stabilkan Qubit Komputasi Kuantum

NVIDIA menghadirkan pendekatan berbasis AI untuk meningkatkan stabilitas komputer kuantum melalui model Ising. 

Upaya membangun komputer kuantum yang benar-benar berguna masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keandalan sistem. Qubit sebagai unit dasar informasi kuantum sangat rentan terhadap gangguan, sehingga sulit untuk menjaga stabilitas dalam skala besar.

Masalah utama muncul pada proses kalibrasi perangkat keras dan perbaikan kesalahan data yang selama ini memerlukan usaha yang kompleks dan memakan waktu. Tanpa pendekatan baru, pengembangan sistem kuantum yang stabil akan tidak banyak beranjak dari statusnya sekarang.

NVIDIA memperkenalkan pendekatan berbasis AI yang terinspirasi dari Ising Model untuk membantu meningkatkan stabilitas sistem kuantum. Pendekatan ini dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan sistem fisik yang kompleks melalui optimasi berbasis AI.

Model ini memungkinkan otomatisasi dalam pengaturan perangkat serta pengelolaan error correction dengan performa tinggi. Dengan cara ini, sistem kuantum yang sebelumnya sulit dikendalikan dapat dioperasikan dengan lebih efisien oleh para peneliti.

Pendekatan ini diklaim mampu meningkatkan kecepatan pemrosesan hingga 2,5 kali lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Selain itu, tingkat akurasi dalam memperbaiki kesalahan juga meningkat hingga tiga kali lipat.

Pengembang juga dapat menjalankan model ini secara lokal untuk menjaga keamanan data. Integrasi dengan ekosistem GPU NVIDIA memungkinkan kombinasi antara komputasi klasik dan kuantum dalam satu alur kerja.

“AI sangat penting untuk mewujudkan komputasi kuantum yang praktis,” kata Jensen Huang, founder dan CEO NVIDIA. “Dengan Ising, AI menjadi bidang kontrol sistem operasi mesin kuantum yang mengubah qubit yang rapuh menjadi sistem GPU kuantum yang dapat diskalakan dan andal.”