OpenAI memperbarui Codex, asisten berbasis agen yang membantu pengembangan software, pengujian, keamanan kode, dan alur kerja teknis secara terintegrasi.
OpenAI memperkenalkan pembaruan model Codex GPT-5.3 sebagai bagian dari pendekatan agentic AI. Model ini dirancang untuk bekerja sebagai asisten teknis yang mampu membantu proses pengembangan secara lebih menyeluruh, bukan sekadar memberikan saran berbasis teks.
Codex terbaru mampu memahami konteks proyek, struktur kode, serta alur kerja pengembang. Dengan instruksi berbasis percakapan, sistem dapat membantu menulis fungsi, memperbaiki bug, menjalankan pengujian, hingga memberikan rekomendasi perubahan kode secara terstruktur.
Pengguna dapat mengoreksi atau mengubah arah pekerjaan saat proses berlangsung, tanpa harus menunggu hasil akhir. Model juga memberikan penjelasan atas keputusan teknis yang diambil agar kolaborasi tetap transparan.
Codex juga berperan dalam menjaga kualitas sistem. Model ini dapat menganalisis hasil pengujian, mengidentifikasi kesalahan logika, serta membantu proses refactoring agar kode lebih stabil dan mudah dipelihara.
Pada aspek keamanan, Codex mendukung peninjauan kode untuk mendeteksi potensi kerentanan. Fungsinya ditujukan untuk membantu tim keamanan dan peneliti memperkuat pertahanan sistem, khususnya pada proyek perangkat lunak berskala besar dan open source.
Kemampuan Codex tidak terbatas pada kode. Model ini juga digunakan untuk membantu tugas pendukung seperti penyusunan dokumentasi teknis, analisis data pada spreadsheet, hingga pembuatan materi presentasi yang relevan dengan konteks proyek.
OpenAI juga menggunakan Codex secara internal untuk mempercepat proses riset dan evaluasi model. Perannya lebih sebagai alat bantu produktivitas peneliti, bukan sebagai sistem yang secara mandiri menciptakan dirinya sendiri.










