Perusahaan Mau Terapkan AI Tapi Kenyataan Infrastruktur Belum Siap

Hitachi Vantara memperkenalkan VSP One Block High End dan VSP One Object untuk membantu perusahaan membangun fondasi data yang kuat bagi operasional AI dan beban kerja kritis.

Banyak organisasi di Asia Tenggara kini mempercepat penerapan AI dalam operasional bisnis. Namun, berbagai perusahaan masih menghadapi kendala dalam kesiapan data dan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung teknologi tersebut. Tantangan seperti silo data, kualitas data yang rendah, serta risiko keamanan masih menjadi penghambat utama dalam pemanfaatan AI secara maksimal.

Diskusi mengenai kesiapan ini mengemuka dalam acara Hitachi Vantara ASEAN Exchange 2025 yang mempertemukan lebih dari seratus pemimpin teknologi di kawasan Asia Tenggara. Para peserta menekankan bahwa keberhasilan AI sangat bergantung pada fondasi data yang kuat, termasuk tata kelola, keamanan, dan infrastruktur penyimpanan yang andal. 

Hitachi Vantara menghadirkan platform penyimpanan Virtual Storage Platform One (VSP One) yang dirancang untuk menyederhanakan pengelolaan data di lingkungan hybrid cloud maupun pusat data lokal. Platform ini bertujuan membantu organisasi mengurangi kompleksitas operasional sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur data.

VSP One Dukung Beban Kerja AI 

Portofolio terbaru ini mencakup VSP One Block High End yang dirancang untuk menangani beban kerja penting seperti basis data besar, analitik, dan aplikasi perusahaan yang tidak boleh mengalami gangguan. Sistem ini memberikan kinerja tinggi serta tingkat ketersediaan yang sangat tinggi untuk mendukung operasional bisnis yang selalu aktif.

Selain itu, VSP One Object ditujukan untuk mengelola pertumbuhan data tidak terstruktur yang terus meningkat. Solusi ini memungkinkan perusahaan menyimpan dan mengakses data dalam skala besar secara lebih efisien, sekaligus mempermudah proses analitik dan pengembangan model kecerdasan buatan.

Untuk memastikan aliran data tetap stabil, solusi ini juga memanfaatkan teknologi Brocade Storage Networking dari Broadcom yang menyediakan konektivitas penyimpanan berkecepatan tinggi dengan latensi rendah. Infrastruktur jaringan tersebut membantu menjaga performa sistem saat memproses beban kerja dalam jumlah besar.

“Perusahaan-perusahaan Singapura bergerak cepat dalam adopsi AI, tetapi fondasi infrastruktur perlu mengimbanginya,” kata Joe Ong, Wakil Presiden dan Manajer Umum untuk ASEAN, Hitachi Vantara . “Begitu AI beralih dari tahap uji coba ke tahap produksi, keandalan dan keamanan menjadi risiko bisnis, bukan hanya masalah teknis. Seiring AI semakin terintegrasi di seluruh bisnis, kita melihat fokus baru pada bagaimana inisiatif AI modern dapat diperkenalkan bersamaan dengan lingkungan penting yang telah lama ada, termasuk sistem inti dan platform mainframe.”