Laporan yang dikeluarkan oleh PwC melihat investor global menempatkan teknologi dan AI sebagai penggerak utama pertumbuhan perusahaan, namun menuntut transparansi, tata kelola yang jelas, serta ketahanan bisnis di tengah ketidakpastian ekonomi.
Minat investor terhadap sektor teknologi semakin menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Laporan terbaru dari PwC menunjukkan bahwa 61% investor menilai teknologi akan menjadi sektor yang paling banyak menyerap investasi dalam tiga tahun ke depan. Angka ini jauh melampaui sektor lain seperti pengelolaan aset, energi, maupun perbankan.
Optimisme tersebut berjalan beriringan dengan kehati-hatian, karena hanya 28% responden yang memperkirakan perbaikan pertumbuhan ekonomi global dalam satu tahun mendatang.
Dalam situasi tersebut, investor melihat transformasi teknologi sebagai langkah strategis untuk menjaga pertumbuhan perusahaan. Sebanyak 92% investor mendorong peningkatan alokasi modal untuk pembaruan sistem berbasis AI.
Dukungan ini diperkuat oleh temuan bahwa 78% investor bersedia menambah investasi pada perusahaan yang menerapkan transformasi AI secara menyeluruh di tingkat perusahaan. Namun, laporan yang sama juga mencatat adanya kesenjangan kepercayaan, karena hanya 37% investor menilai perusahaan sudah cukup terbuka dalam menjelaskan strategi dan kebijakan AI yang mereka jalankan.
Faktor Penentu
Adopsi AI dinilai memberikan manfaat nyata bagi kinerja bisnis. Investor melaporkan peningkatan produktivitas pada 86% perusahaan yang memanfaatkan AI, disusul kenaikan profitabilitas sebesar 71% dan pertumbuhan pendapatan pada 66% perusahaan. Selain itu, AI juga berperan dalam membantu manajemen menata ulang struktur biaya dan menemukan sumber pendapatan baru yang lebih berkelanjutan.
Di luar aspek kinerja, investor juga memberi perhatian besar pada ketahanan bisnis. Sebanyak 88% responden mendukung peningkatan belanja keamanan siber, sementara 73% menilai kelincahan model bisnis penting agar perusahaan mampu menyesuaikan diri saat kondisi pasar berubah.
Kekhawatiran ini beralasan, mengingat 55% investor menilai perusahaan yang mereka danai memiliki paparan risiko siber yang tinggi. Ketahanan juga diperluas ke aspek keberlanjutan, di mana 84% investor meminta perusahaan mempertahankan atau meningkatkan investasi pada adaptasi iklim serta penggunaan data keberlanjutan untuk meningkatkan kinerja operasional.
Amerika Serikat dan India muncul sebagai tujuan investasi paling menarik, masing-masing dipilih oleh 67% dan 45% investor.
Nadja Picard, Global Reporting Leader, PwC Jerman, mengatakan, ”Pesan dari para investor sangat jelas transformasi teknologi tetap menjadi jalan utama untuk pertumbuhan, tetapi ketahanan dan transparansi adalah pagar pengaman. Para investor menghargai perusahaan yang dapat mengembangkan inovasi secara bertanggung jawab, dengan tata kelola yang jelas, hasil yang dapat diukur, dan rencana yang kredibel untuk mengubah teknologi menjadi nilai yang berkelanjutan.”










