Kekuatan bencana alam tidak hanya mengancam jiwa manusia. Kekuatannya juga bisa menghancurkan infrastruktur telekomunikasi yang dibangun di atas tanah.
Di saat tim penanganan bencana diturunkan di lokasi untuk menyelematkan lebih banyak jiwa serta menyalurkan bantuan, mereka memerlukan komunikasi untuk saling berkoordinasi.
Infrastruktur telekomunikasi yang hancur menjadi hambatan bagi tim penanganan bencana. Netpublik mewawancarai Airbus, megenai solusi yang dapat diimplementasikan di lapangan jika skenario ini terjadi.
“Saat jaringan 4G atau 5G tidak tersedia, pengguna Agnet tetap dapat mengandalkan Agnet Direct. Fitur ini menawarkan operasional tanpa henti dengan menggunakan direct mode sebagai jaringan cadangan otomatis serta memungkinkan komunikasi antar-perangkat secara langsung,” kata Alain Ruinet, Head of Asia-Pacific Sales and Programme Delivery for Public Safety and Security at Airbus Defence and Space.
Ditambah dengan kemampuan Push to Talk, pengguna Agnet dapat tetap berkomunikasi di lapangan dengan dukungan komunikasi satelit. Layanan ini kompatibel dengan konstelasi satelit LEO seperti OneWeb.
Solusi Airbus juga menjawab tantangan bagi petugas-petugas di lapangan yang menggunakan sistem dan perangkat komunikasi yang berbeda, serta dapat terjalin interoperabilitas antar instansi. Agnet dapat berinteroperasi dengan jaringan komunikasi narrowband tradisional seperti TETRA dan Tetrapol, serta dengan Digital Mobile Radios (DMR) dalam model hibrida.
Agnet juga menyertakan kemampuan integrasi dengan sistem komunikasi pihak ketiga melalui Application Programming Interfaces (API). Airbus telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Omnitronics untuk menjajaki kolaborasi dalam pengembangan gateway komunikasi kritis yang interoperabel guna memfasilitasi transisi dari narrowband ke broadband bagi pengguna akhir, khususnya dengan jaringan P25 Land Mobile Radio (LMR).
Dibandingkan dengan platform komunikasi konsumen sepert WhatsApp, Agnet dikembangkan secara khusus untuk misi kritis. Solusi yang diusung Airbus mementingkan kebutuhan operasional organisasi keselamatan publik, termasuk aspek keamanan dan keandalan.
Aspek keamanan yang disematkan termasuk perlindungan komunikasi terhadap penyadapan atau serangan, protokol keamanan tingkat lanjut, sistem deteksi ancaman, serta manajemen identitas dan akses yang ketat.
“Semua komunikasi Agnet, termasuk data misi kritis yang sensitif, telah dienkripsi. Aplikasi ini mencegah akses dari perangkat yang terkompromi dan pengguna yang tidak sah, serta penyimpanan data pada perangkat juga disandikan,” pungkas Alain.




