Gartner memproyeksikan lonjakan investasi infrastruktur AI hingga 2026, dengan data center dan generative AI menjadi fokus utama belanja teknologi global.
Belanja global untuk infrastruktur AI terus meningkat meskipun kekhawatiran soal gelembung AI mulai menguat. Perusahaan besar masih agresif berinvestasi pada server, data center, dan perangkat lunak untuk menangani beban kerja AI berskala besar.
Penyedia layanan komputasi awan menjadi penggerak utama tren ini. Kebutuhan pemrosesan data yang semakin kompleks membuat kapasitas data center harus terus diperluas.
Gartner memproyeksikan belanja data center global akan melampaui 650 miliar dolar pada 2026, naik tajam dari sekitar 500 miliar dolar pada tahun sebelumnya.
Investasi tersebut tidak hanya berfokus pada ekspansi fisik, tetapi juga pada peningkatan keandalan dan efisiensi sistem untuk mendukung operasional AI di level enterprise.
Sedangkan di sisi perangkat lunak, total belanja global diperkirakan menembus 1,4 triliun dolar. Perangkat lunak menjadi andalan utama aplikasi bisnis, integrasi sistem, dan otomatisasi operasional.
Porsi terbesar pertumbuhan datang dari generative AI, dengan proyeksi kenaikan belanja hingga 80,8 persen. Teknologi ini semakin diandalkan untuk pengolahan data, pembuatan konten, dan peningkatan produktivitas kerja.
“Pertumbuhan infrastruktur AI tetap cepat meskipun ada kekhawatiran tentang gelembung AI, dengan pengeluaran yang terus meningkat di bidang perangkat keras dan perangkat lunak terkait AI,” kata John-David Lovelock, Distinguished VP Analyst, Gartner. “Permintaan dari penyedia cloud berskala besar terus mendorong investasi dalam server yang dioptimalkan untuk beban kerja AI.”
Sebaliknya, pasar perangkat konsumen seperti ponsel dan komputer melambat akibat kenaikan harga komponen. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa data center dan perangkat lunak AI kini menjadi prioritas utama transformasi digital global.







