Helix 02 dari Figure AI memadukan berjalan, menyeimbangkan tubuh, dan manipulasi tangan dalam satu sistem neural terintegrasi berbasis sensor onboard.
Robot humanoid kesulitan menggabungkan locomotion dan manipulation sebagai satu gerak yang mulus. Begitu robot mengangkat objek, pusat massanya berubah dan langkah kaki langsung memengaruhi jangkauan tangan, sehingga kontrol yang dipisah-pisah cenderung kaku dan rapuh.
Figure AI memperkenalkan Helix 02 yang menggunakan pendekatan whole-body loco-manipulation. Alih-alih menambal banyak controller terpisah dengan state machine, Helix 02 diarahkan sebagai satu sistem neural terintegrasi yang menghubungkan sensor onboard ke aktuator secara end-to-end.
Dalam demo dapur berukuran penuh, Helix 02 melakukan rangkaian kerja bongkar-muat dishwasher secara otonom selama 4 menit tanpa reset dan tanpa campur tangan manusia. Urutannya mencakup berjalan ke dishwasher, memindahkan peralatan, menata ke kabinet, memuat kembali, lalu menyalakan mesin pencuci piring.
Tiga hal yang menjadi sorotan dari demonstrasi dan klaim teknis Figure AI adalah:
- Tugas end-to-end berdurasi panjang: 4 menit operasi otonom di satu ruangan dengan integrasi berjalan, manipulasi, dan keseimbangan, tanpa intervensi manusia.
- Semua sensor masuk, semua aktuator keluar: sistem menghubungkan vision, touch, dan propriosepsi langsung ke kontrol joint seluruh tubuh lewat satu policy visuomotor terpadu.
- Kontrol whole-body berbasis data manusia: System 0 dilatih dari lebih dari 1.000 jam data gerak manusia dan menggantikan 109.504 baris C++ yang sebelumnya hand-engineered.
Figure AI menjelaskan Helix 02 sebagai hierarki tiga lapis: System 2 (S2) untuk pemahaman scene dan tujuan, System 1 (S1) untuk menerjemahkan sensor menjadi target gerak tubuh (200 Hz), dan System 0 (S0) untuk eksekusi stabil, seimbang, dan konsisten pada 1 kHz.
Di level perangkat keras, kemampuan baru datang dari Figure 03: tactile sensing di ujung jari dan palm cameras (kamera di telapak tangan). Palm cameras membantu saat objek terhalang dari kamera kepala, sementara sensor sentuh di ujung jari mendeteksi gaya sangat kecil dan membantu genggaman lebih terkontrol.
Yang menarik, Helix 02 juga menunjukkan pemakaian seluruh tubuh saat tangan sedang sibuk, misalnya menutup laci dengan pinggul dan mengangkat pintu dishwasher dengan kaki. Ini menegaskan tujuan utamanya, yaitu tubuh robot diperlakukan sebagai satu kesatuan alat kerja, bukan kumpulan modul yang bergantian aktif.
Jika arah ini konsisten berkembang, humanoid robot berpotensi lebih siap bekerja berdampingan dengan manusia di lingkungan nyata yang tidak rapi, karena sistemnya dirancang untuk tetap stabil ketika kondisi kontak, posisi objek, dan dinamika tubuh berubah.








