Oracle Financial Services meluncurkan platform agentic AI untuk perbankan ritel yang menghadirkan AI agent siap pakai, yang diklaim mampu mempercepat penilaian kredit, meningkatkan kepatuhan, dan menghadirkan layanan lebih personal dengan pengawasan human in the loop.
Oracle Financial Services memperkenalkan platform agentic AI yang dirancang untuk membantu bank bertransformasi. Solusi ini bukan sekadar otomasi, tetapi paket kapabilitas enterprise yang mencakup aplikasi berbasis AI, framework, tools desain, dan AI agent siap pakai.
Platform ini memungkinkan bank menghadirkan interaksi percakapan cerdas dan agen otonom yang dapat mengeksekusi tugas secara real time. Seluruh proses tetap berada dalam skema human in the loop untuk menjaga kontrol, tata kelola, dan kepatuhan.
“Oracle sedang membuka era baru perbankan di mana AI melampaui otomatisasi tugas untuk memberikan wawasan bisnis yang nyata, kelincahan, dan kepercayaan pada skala besar,” kata Sovan Shatpathy, senior vice president, Product Management and Development, Oracle Financial Services.
Dalam rilisnya, Oracle menyoroti lima AI agent yang mendukung siklus originasi hingga penagihan:
- Product Brochure Generation dan Smart Assist untuk memastikan informasi produk konsisten dan membantu aplikasi lebih cepat lengkap.
- Application Tracker untuk memprediksi keterlambatan dan merekomendasikan langkah berikutnya hingga handoff ke underwriting.
- Qualitative Analysis and Credit Decisioning untuk mempercepat dan menstandarkan keputusan kredit.
- Collector Call Summarization untuk membuat ringkasan panggilan otomatis dan menurunkan after handle time.
- Call Compliance Check untuk menganalisis tone dan sentiment guna memastikan kepatuhan regulasi.
Oracle menyebut lima hal ini sebagai tahap awal dari rencana peluncuran ratusan agent dalam 12 bulan ke depan.








