Belanja AI di Asia Pasifik diproyeksikan naik 5 kali lipat hingga 2029.
Belanja teknologi AI di Asia Pasifik terus meningkat signifikan. Menurut data dari IDC, nilainya mencapai 73 miliar dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan menembus 370 miliar dolar AS pada 2029. Kenaikan hampir lima kali lipat ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai mengadopsi AI sebagai bagian inti dari operasional, bukan lagi di fase eksperimen.
Pendorong utama pertumbuhan tersebut didapat dari generative AI. Nilai investasinya diperkirakan mencapai 175 miliar dolar AS pada 2029 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 68,2 persen. Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan otomatisasi proses serta menghadirkan layanan yang lebih personal di berbagai industri.
Sebagian besar anggaran masih difokuskan pada infrastruktur, dengan porsi mencapai 39 persen dari total belanja. Perusahaan meningkatkan kapasitas komputasi dan penyimpanan data untuk memastikan aplikasi AI dapat berjalan stabil dalam skala besar.
“Pasar AI Asia-Pasifik telah beralih dari fase pembangunan infrastruktur ke fase yang ditandai oleh konsolidasi platform dan kedalaman operasional,” kata Vinayaka Venkatesh, senior market analyst, Data & Analytics, IDC Asia/Pacific. “Organisasi kini memprioritaskan platform AI yang menyatukan kemampuan generatif, prediktif, dan preskriptif, dengan fokus yang semakin besar pada agen AI dan orkestrasi untuk memperluas penerapan di seluruh perusahaan.”
Sektor software dan layanan informasi menjadi kontributor terbesar, dengan porsi lebih dari 47 persen pada 2026. Industri ini memanfaatkan AI untuk membangun platform pengembangan dan aplikasi cerdas yang mempercepat proses bisnis serta meningkatkan efisiensi pengolahan data.
Implementasi AI juga semakin luas di berbagai sektor dengan fungsi yang semakin spesifik:
- Sektor keuangan untuk pengambilan keputusan real time dan otomatisasi kepatuhan
- Industri telekomunikasi untuk optimasi jaringan dan prediksi gangguan layanan
- Sektor ritel untuk perencanaan stok dan penyesuaian harga berbasis permintaan
Pemerintah turut memanfaatkan teknologi ini untuk kepentingan keamanan publik. Sistem AI digunakan untuk mendeteksi ancaman lebih cepat melalui analisis data dan pemantauan berbasis sensor secara terintegrasi.









