Laju China Kembangkan Robot Humanoid

Robot humanoid memasuki fase produksi massal pada 2025, dengan pabrikan China mendominasi pasar global. 

Pada 2025, robot yang menyerupai manusia tidak lagi terbatas sebagai purwarupa riset, melainkan mulai digunakan secara nyata di berbagai sektor. Produsen asal China tampil dominan karena mampu memproduksi unit dalam jumlah besar dengan biaya yang relatif lebih terjangkau.

IDC melihat, keunggulan utama pabrikan China terletak pada kematangan rantai pasok dan manufaktur. Keunggulan ini mempercepat transisi robot humanoid dari tahap eksperimen menjadi produk siap pakai. Sebagai efeknya, adopsi teknologi ini mulai meluas dari industri hingga layanan publik.

Robot humanoid dikembangkan bukan sekadar untuk menggantikan tenaga manusia, tetapi untuk bekerja di lingkungan yang memang dirancang bagi manusia. Dengan bentuk tubuh, tangan, dan kaki yang menyerupai anatomi manusia, robot dapat beroperasi tanpa perlu modifikasi besar pada infrastruktur yang sudah ada.

Kemajuan manufaktur dan kecerdasan buatan membuat tantangan lama seperti biaya tinggi dan gerakan kaku mulai teratasi. Robot kini tidak hanya cerdas secara komputasi, tetapi juga semakin stabil, luwes, dan aman saat berinteraksi dengan manusia.

Berdasarkan implementasi yang sudah berjalan, fungsi utama robot humanoid dapat dikelompokkan ke dalam empat area berikut:

  1. Interaksi hiburan dan bisnis, seperti pemandu wisata, pengisi acara, dan daya tarik utama dalam pameran atau pusat perbelanjaan.
  2. Pendidikan dan penelitian, terutama di universitas dan lembaga riset untuk pengembangan kecerdasan buatan dan biomekanika.
  3. Pengumpulan data lapangan, termasuk inspeksi lingkungan kerja yang membutuhkan pengulangan dan konsistensi tinggi.
  4. Logistik dan manufaktur, di mana robot membantu aktivitas gudang dan lini produksi yang menuntut koordinasi tangan dan kaki menyerupai manusia.

Model humanoid berukuran penuh dengan dua kaki menjadi yang paling diminati pasar. Desain ini memungkinkan robot menyesuaikan diri dengan ruang manusia, seperti menaiki tangga dan melewati pintu standar. Versi berukuran lebih kecil tetap digunakan untuk tugas ringan yang menitikberatkan pada interaksi dan presisi.

Produsen seperti Zhiyuan Robot dan Yushu Technology telah mengirimkan ribuan unit ke berbagai wilayah. Sementara itu, banyak perusahaan global lain masih berada pada tahap pengujian internal, sehingga memperlebar jarak adopsi pasar.

Model kepemilikan robot juga mulai berubah. Selain pembelian langsung, perusahaan kini dapat memanfaatkan skema layanan atau sewa. Pendekatan ini menurunkan hambatan adopsi dan menggeser fokus industri ke layanan purna jual serta pemeliharaan jangka panjang.

Li Junlan, manajer riset IDC China Robotics and Embodied Intelligence, mengatakan,Pada tahun 2025, pasar robot humanoid global tumbuh pesat, dan pabrikan China akan mendominasi dengan rantai industri mereka yang sempurna. Model cerdas operasi ketangkasan tungkai atas dan integrasi otak besar dan kecil meningkatkan operasi otonom dan kemampuan kolaborasi manusia-mesin, dan penjualan perangkat keras berubah menjadi RaaS, layanan operasi dan pemeliharaan, dan ekologi berbasis platform”.