Gartner memprediksi 60% gangguan rantai pasok akan terselesaikan tanpa intervensi manusia pada 2031, seiring adopsi AI yang makin otonom dan berbasis tata kelola data.
Ketidakpastian kebijakan perdagangan dan konflik geopolitik terus meningkatkan tekanan pada rantai pasok global. Gartner menilai situasi ini memperbesar risiko salah kelola, respons yang terlambat, dan kerugian finansial jika perusahaan tidak didukung analitik real-time atau analisis risiko otomatis.
Gartner memprediksi bahwa pada 2031, sebanyak 60% gangguan rantai pasok akan dapat diselesaikan tanpa intervensi manusia. Proyeksi ini mencerminkan peran AI yang semakin besar dalam membangun rantai pasok yang lebih otonom.
Berdasarkan survei Gartner terhadap 509 pemimpin rantai pasok pada Oktober 2025, perubahan cara kerja yang didorong oleh kemajuan AI dan agentic AI diperkirakan menjadi faktor paling berpengaruh terhadap kinerja rantai pasok dalam dua tahun ke depan. Banyak chief supply chain officer kini mulai mengadopsi kemampuan tersebut atau berencana melakukannya dalam dua tahun mendatang.
“Seiring dengan semakin sering dan kompleksnya gangguan yang terus menguji kapasitas respons, berbagai organisasi kini beralih ke kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi dan bertindak secara real-time guna meningkatkan konsistensi dan kecepatan pengambilan keputusan,” kata Julia von Massow, Director Analyst in Gartner’s Supply Chain practice. “Para kepala rantai pasokan sebaiknya berfokus pada perluasan otonomi secara terkendali dengan memulai dari keputusan berisiko rendah serta membangun data dan tata kelola yang diperlukan untuk mengembangkan kemampuan otomatisasi secara bertanggung jawab dalam beberapa tahun ke depan.”
Otonomi AI Perlu Dimulai Bertahap
Gartner menilai keterbatasan kematangan teknologi dan ketersediaan data saat ini membuat otomatisasi penuh baru layak diterapkan pada keputusan berisiko rendah. Untuk keputusan yang lebih kritis, AI sebaiknya digunakan untuk memperkuat pertimbangan manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.
Peralihan menuju manajemen gangguan yang lebih otonom juga akan mendorong organisasi meninggalkan struktur yang terlalu kaku. Perusahaan perlu membangun model kerja yang lebih luwes, berorientasi pada tujuan strategis, sekaligus memperkuat tata kelola atas pengambilan keputusan berbasis AI dan kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang di berbagai negara.
Gartner merekomendasikan empat langkah utama bagi pimpinan rantai pasok:
- Memimpin strategi dan peta jalan AI tingkat perusahaan agar investasi teknologi selaras dengan tujuan seperti manajemen gangguan dan otomasi keputusan.
- Memprioritaskan investasi pada kualitas data dan tata kelola agar sistem otonom memakai informasi yang akurat, tepat waktu, dan lengkap.
- Menyediakan sumber daya berkelanjutan untuk menilai dampak peningkatan otonomi terhadap kinerja dan kondisi emosional peran-peran rantai pasok yang ada.
- Menyiapkan rencana kontinjensi untuk kegagalan keputusan otonom, termasuk protokol intervensi manusia yang cepat serta perbaikan berkelanjutan berbasis analisis insiden.










