Model AgenticOps dari Cisco memperkenalkan pendekatan baru dalam operasi TI berbasis AI agent yang mampu menalar, menganalisis, dan membantu mengeksekusi tindakan secara otomatis dengan pengawasan manusia.
Perdebatan tentang perbandingan antara AI dan kemampuan manusia kini mulai bergeser. Fokus industri teknologi saat ini adalah bagaimana menggabungkan kemampuan manusia dengan sistem AI agar operasional teknologi dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
Cisco memperkenalkan konsep baru bernama AgenticOps sebagai model operasional untuk lingkungan TI modern. Pendekatan ini menempatkan AI sebagai komponen utama yang dapat membantu menganalisis kondisi sistem dan menjalankan proses otomatis dengan tetap berada di bawah pengawasan manusia.
Berbeda dengan pendekatan AIOps sebelumnya yang hanya menghasilkan peringatan atau rekomendasi, AgenticOps memungkinkan AI agent untuk menalar masalah, mengidentifikasi akar penyebab, serta memicu tindakan perbaikan secara otomatis pada sistem jaringan dan aplikasi.
Model ini juga mengubah cara kerja tim teknologi informasi. Jika sebelumnya tim hanya bereaksi terhadap gangguan yang sudah terjadi, sistem berbasis agen dapat membantu organisasi beralih ke pendekatan yang lebih proaktif dalam mendeteksi dan menangani masalah infrastruktur.
Lima Keahlian untuk Menguasai AgenticOps
Untuk dapat bekerja secara efektif dalam lingkungan AgenticOps, Cisco menyoroti beberapa kemampuan teknis yang perlu dimiliki oleh para profesional teknologi.
- Pemahaman tentang sistem yang dapat diprogram melalui kode dan Application Programming Interface (API).
- Kemampuan dasar dalam menulis skrip untuk mengotomatisasi alur kerja, terutama menggunakan bahasa pemrograman seperti Python.
- Kemampuan menganalisis data jaringan dan telemetri sistem untuk memantau kondisi perangkat secara real time.
- Penerapan standar keamanan yang kuat guna memastikan sistem otomatis tetap berjalan sesuai kebijakan organisasi.
- Literasi data untuk mengevaluasi rekomendasi yang dihasilkan oleh AI serta memastikan keputusan tetap relevan dengan kebutuhan bisnis.
Meskipun teknologi semakin otomatis, manusia tetap memiliki peran penting sebagai pengawas sistem. Profesional TI bertugas memvalidasi keputusan yang dihasilkan oleh AI serta memastikan proses otomatis berjalan sesuai tujuan organisasi.










