Zoom Spaces membawa agentic AI ke kantor fisik dengan kemampuan reservasi ruang serta meja kerja.
Dulu, kerja di kantor sering tersendat oleh hal-hal sepele yang menyita fokus, seperti dobel-booking ruang rapat, sulit mendapat meja kerja, sampai perangkat meeting yang tidak konsisten antar ruangan. Dampaknya bukan cuma buang waktu, tapi juga merusak momentum kolaborasi tatap muka.
Zoom menjawab masalah itu lewat Zoom Spaces, platform berbasis AI yang memberi visibilitas dan kontrol terpusat untuk tim IT, sekaligus menghadirkan pengalaman kantor yang lebih intuitif bagi karyawan.
“AI telah menjadi bagian penting dari rutinitas kerja digital kita, dan untuk berhasil, organisasi perlu memanfaatkan kekuatannya untuk mengubah ruang kerja menjadi lingkungan cerdas dan terhubung yang dapat beradaptasi dengan kebutuhan manusia,” kata Jeff Smith, head of Product for Workplace AI, Meetings, and Spaces, Zoom. “Menambahkan AI ke ruang fisik membantu tim memaksimalkan penggunaan kantor, meningkatkan kolaborasi, dan mendorong dampak bisnis yang berarti.”
Salah satu pembaruan adalah fitur agentic AI di Workspace Reservation. AI Companion dapat memberi rekomendasi proaktif, misalnya menyarankan ruang rapat yang tersedia untuk meeting mendatang ketika mendeteksi bentrok jadwal atau ruang yang belum dipesan, sehingga tim tidak perlu keliling lantai hanya untuk mencari ruangan kosong.
Efeknya terasa langsung pada ritme kerja. Booking meja dan ruang rapat seperti tanpa usaha, meeting berjalan lebih efisien, dan koordinasi dengan rekan kerja lebih gampang karena alat dan alurnya konsisten. Zoom menempatkan ini sebagai fondasi intelligent office yang mengurangi hambatan sehari-hari.







